Beijing, Bharata Online - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok beserta lima departemen lainnya bersama-sama merilis rencana aksi untuk meningkatkan konsumsi, memetakan langkah-langkah kunci guna menyelaraskan pasokan dan permintaan barang konsumsi dengan lebih baik dan mendorong konsumsi lebih lanjut pada hari Rabu (26/11).

Menurut rencana tersebut, struktur pasokan barang konsumsi diperkirakan akan dioptimalkan secara signifikan, dengan terbentuknya tiga sektor konsumsi senilai 3 triliun yuan (sekitar 7.047 triliun rupiah) dan 10 pusat konsumsi senilai 100 miliar yuan (sekitar 234,9 triliun rupiah) pada tahun 2027,, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Implementasi untuk Meningkatkan Kesesuaian Pasokan dan Permintaan Barang Konsumsi guna Mendorong Konsumsi Lebih Lanjut.

Rencana ini juga bertujuan untuk membangun koleksi barang konsumsi berkualitas tinggi dan ternama secara global yang kaya akan makna budaya.

Pada tahun 2030, rencana tersebut menyatakan, tingkat kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi akan terus ditingkatkan, dengan pembangunan berkualitas tinggi negara yang dibangun dengan interaksi positif antara pasokan dan konsumsi.

Lima tugas utama juga ditetapkan oleh rencana tersebut. Yang pertama adalah mempercepat penerapan inovatif teknologi dan model baru untuk memperluas pertumbuhan inkremental, yakni peningkatan yang stabil dan bertahap dalam bisnis, seperti pendapatan, laba, atau jumlah pelanggan, yang biasanya dicapai melalui perbaikan berkelanjutan dan strategi pemasaran tradisional.

Yang kedua adalah memperluas pasokan produk khusus dan baru dengan mengeksplorasi stok yang ada secara mendalam. Yang ketiga adalah melakukan segmentasi pasar agar pasokan produk dapat disesuaikan secara tepat dengan kebutuhan berbagai kelompok demografi.

Yang keempat adalah mendorong skenario konsumsi dan bentuk bisnis baru untuk memberdayakan konsumsi. Dan yang terakhir adalah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan, sesuai dengan rencana.