Shanghai, Bharata Online - Pemimpin logistik global, Maersk, meresmikan gudang andalan terbesarnya di Shanghai pada hari Kamis (20/11), menunjukkan keyakinannya yang kuat terhadap peran penting Tiongkok dalam memajukan transisi hijau global dan membentuk masa depan logistik.

Fasilitas yang terletak di Kawasan Berikat Komprehensif Khusus Yangshan di Kawasan Khusus Lingang ini dibangun dengan investasi lebih dari satu miliar yuan (sekitar 2,35 triliun rupiah). Dengan luas 113.000 meter persegi dan ruang penyimpanan seluas 147.000 meter persegi, fasilitas ini merupakan proyek pergudangan terbesar Maersk di Tiongkok dan salah satu yang terbesar di dunia.

"Dengan zona khusus yang kami miliki di Lingang dekat Yangshan, pelabuhan terbesar di dunia, kami berada di posisi yang sangat, sangat strategis secara global untuk rantai pasokan global. Dan bagi kami untuk melakukan investasi ini dan mendukung pelanggan yang mengimpor, mengekspor barang, perlu mengekspor ulang, perlu berinvestasi di grosir dan e-commerce, kemampuan yang kami miliki di sini untuk mengembangkan infrastruktur canggih guna mendukung semua kebutuhan ini dalam satu fasilitas merupakan peluang yang sangat unik bagi kami," ujar Vincent Clerc, CEO Maersk.

Clerc menekankan pentingnya Tiongkok dalam energi hijau.

"Kami melihat peran yang sangat penting yang diambil Tiongkok dalam mengembangkan energi hijau, pasokan hijau. Bagi kami, kami telah banyak berinvestasi dalam kapal metanol hijau, dan kami perlu mengandalkan pasokan metanol dari mitra kami di Tiongkok, Goldwind dan Longi, dan sebagainya, untuk terus memiliki bahan bakar yang kami butuhkan guna mendorong transisi hijau," kata Clerc.

Menurutnya, fasilitas tersebut menggabungkan penyimpanan berikat dan tidak berikat, memungkinkan manajemen inventaris yang gesit.

"Dalam hal logistik, ada banyak perang dagang dan ketidakpastian. Itulah sebabnya pelanggan harus sangat gesit dalam mengelola arus barang mereka. Dan fasilitas ini luar biasa, karena benar-benar memungkinkan mereka untuk mengatasi segala jenis gangguan, memberi mereka fleksibilitas yang tidak akan mereka miliki," jelas Clerc.

Clerc juga mengatakan bahwa fasilitas ini menawarkan ketahanan dan fleksibilitas bagi pelanggannya di saat terjadi ketegangan dan gangguan perdagangan.

"Jadi, tema yang sering kita bahas saat berbicara dengan pelanggan adalah ketahanan, seperti yang Anda katakan. Ketahanan berarti fleksibilitas, artinya mampu bereaksi sangat cepat terhadap gangguan dan perubahan yang kita saksikan. Dengan kemampuan untuk bertahan dan memiliki gudang berikat dan tidak berikat di sini, pelanggan dapat membuat pilihan inventaris dengan sangat gesit. Mereka dapat mengekspor kembali barang. Mereka dapat membedakannya dengan produksi lokal mereka. Mereka bahkan dapat memproses impor dan ekspor dalam fasilitas yang sama dan membuat keputusan inventaris dengan cepat. Fleksibilitas tingkat tinggi ini benar-benar dirancang khusus untuk dunia saat ini," ujar Clerc.