BEIJING, Radio Bharata Online - Beberapa hari setelah Tiongkok utara bangkit dari banjir, empat wilayah provinsi di bagian barat laut negara itu menghadapi tantangan baru.  Otoritas setempat mengaktifkan tanggap darurat level-IV untuk kekeringan.

Dengan kembalinya El-Nino, para ahli memperingatkan kekeringan yang lebih parah pada tahun ini.  Tetapi mereka menyerukan warga untuk tetap tenang, karena wilayah ini sudah sering dilanda kekeringan, dan telah banyak pengalaman untuk mengatasinya.

Menurut sumber di Kementerian Perairan pada hari Rabu, sejak Juni 2023, kekeringan telah melanda Mongolia Dalam bagian tengah dan barat, Gansu, Qinghai dan Ningxia, dimana jumlah air yang mengalir dan jumlah air yang disimpan di waduk di wilayah ini, lebih rendah dari periode yang sama pada tahun-tahun normal.  Kekeringan parah di empat wilayah provinsi, juga diperkirakan akan terus berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama.

CCTV melaporkan, di distrik Jinchuan kota Jinchang di Gansu, tongkol jagung bahkan tidak dapat dilihat di hamparan ladang jagung, di mana batang jagung tumbuh pendek dan daunnya pun layu.  Sebagai tanggapan, departemen lokal telah memulai irigasi putaran kedua, untuk memastikan lahan mendapatkan pasokan air yang cukup.

Untuk mengusir hama dan penyakit, Kota Jinchang juga mengerahkan drone secara gratis untuk menyemprotkan pestisida di ladang jagung dan kentang petani, untuk meminimalkan kerugian.

Namun Pusat Meteorologi Nasional pada hari Rabu memperkirakan, dalam tiga hari ke depan akan terjadi hujan sedang hingga lebat, di Qinghai, Gansu, Sichuan barat, dan Mongolia Dalam. (GT)