Beijing, Bharata Online - Tiongkok bersedia untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Uni Eropa (UE) dan berharap UE akan dengan tegas menghormati komitmennya terhadap keterbukaan, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers pada hari Rabu (26/11) di Beijing.
Mao menyampaikan pernyataan tersebut menanggapi pertanyaan media mengenai Pameran Kerja Sama Bisnis dan Teknologi Eropa-Tiongkok ke-18 di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, yang berakhir pada hari Jumat (21/11) lalu.
"Sejak tahun 2002, total 18 pameran Eropa-Tiongkok telah diselenggarakan, menarik partisipasi lebih dari 12.000 perusahaan Tiongkok dan Eropa dan mencapai lebih dari 3.300 kesepakatan kerja sama tentatif. Pameran ini merupakan salah satu platform investasi, perdagangan, inovasi, dan kerja sama terbesar antara Tiongkok dan Eropa, dengan partisipasi terluas dari negara-negara anggota UE dan pelaku bisnis UE," ujar Mao.
"Tiongkok dan Uni Eropa sangat saling melengkapi secara ekonomi dengan konvergensi kepentingan yang mendalam. Kerja sama ekonomi dan perdagangan menjadi jangkar hubungan Tiongkok-Uni Eropa. Selama 50 tahun terakhir sejak terjalinnya hubungan diplomatik Tiongkok-Uni Eropa, perdagangan bilateral tahunan telah tumbuh dari 2,4 miliar dolar AS (sekitar 39,6 triliun rupiah) menjadi lebih dari 780 miliar dolar AS (sekitar 12.875 triliun rupiah), dan jumlah investasi dua arah telah melonjak menjadi lebih dari 270 miliar dolar AS (sekitar 4.457 triliun rupiah). Sejauh ini, warga negara dari 25 negara anggota Uni Eropa dapat bepergian ke Tiongkok tanpa visa. Kereta Api Ekspres Tiongkok telah melayani hampir 120.000 perjalanan, menjangkau lebih dari 200 kota di 26 negara Eropa. Kekuatan Tiongkok dan Uni Eropa masing-masing memungkinkan terciptanya manfaat bersama dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat kedua belah pihak. Kami siap untuk terus meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Uni Eropa, serta mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Uni Eropa yang sehat dan stabil. Kami juga berharap Uni Eropa dapat memenuhi komitmennya terhadap keterbukaan dan memanfaatkan peluang penting yang ditawarkan oleh pembangunan Tiongkok," paparnya.