HANGZHOU, Radio Bharata Online - Dua situs arkeologi telah ditemukan di kota Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, menyoroti pengolahan batu yang berasal dari peradaban Liangzhu sekitar 5.000 tahun yang lalu.
Kedua situs peninggalan tersebut adalah situs peninggalan Shenjiali di Distrik Xiaoshan kota, dan situs peninggalan Shenjiafan di Kabupaten Tonglu.
Situs peninggalan Shenjiali, yang luasnya sekitar 15.000 meter persegi dengan luas penggalian 325 meter persegi, mengungkap sisa-sisa pabrik pengolahan batu canggih dari budaya Liangzhu, tempat para arkeolog menemukan puluhan ribu produk sampingan pengolahan batu.
Li Wei, peneliti asosiasi di Departemen Warisan Budaya dan Museologi di Universitas Fudan mengatakan, situs Shenjiali dekat dengan pegunungan, di mana tukang batu memiliki akses langsung untuk mengekstraksi batu. Para pengrajin ini memiliki standar keahlian yang tinggi, terbukti dalam temuan arkeologi yang memamerkan banyak artefak penggilingan batu setengah jadi, yang dikerjakan dengan sangat baik.
Sedangkan situs Shenjiafan, seluas sekitar 40.000 meter persegi dengan luas penggalian 1.500 meter persegi, telah mengungkap lebih dari 200 situs, termasuk lubang abu, makam, lubang kolom, dan pagar batu. Penggalian tersebut juga menemukan 37.000 peninggalan, sebagian besar diantaranya berupa produk batu dari peradaban Liangzhu.
Guan Xinyu, pemimpin eksekutif situs tersebut mengatakan, artefak-artefak ini mencakup berbagai tahapan pembuatan periuk, bersama dengan bahan mentah dan peralatan. Menurut Guan, situs tersebut pernah berfungsi sebagai area pemrosesan batu yang cukup besar.
Temuan baru ini tidak hanya memberikan bukti arkeologis untuk memahami asal usul perkakas batu di peradaban Liangzhu, tetapi juga berkontribusi pada analisis dan penelitian keseluruhan mengenai produksi, dan peredaran perkakas batu dalam peradaban kuno. (gov.cn)