Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Rabu (13/3) di Beijing bahwa penindasan yang berulang kali dan tidak berdasar terhadap aplikasi video pendek populer TikTok oleh Amerika Serikat merupakan tindakan penindasan yang pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi AS sendiri.
Wang membuat pernyataan itu sebagai tanggapan atas pertanyaan pers tentang pemungutan suara kongres AS yang dijadwalkan pada hari Rabu (13/3) yang dapat mengarah pada pelarangan aplikasi tersebut.
"Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun Amerika Serikat tidak pernah menemukan bukti apa pun tentang apa yang disebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya, mereka masih tidak pernah menghentikan penindasan terhadap TikTok. Perilaku semacam ini yang menggunakan cara-cara penindasan dalam kegagalan untuk menang dalam persaingan yang adil mengganggu operasi bisnis normal, membuat investor internasional frustrasi dalam lingkungan investasi, dan merusak tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang normal. Pada akhirnya, hal ini pasti akan kembali menggigit AS sendiri," ujar Wang.