New York, Radio Bharata Online - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Senin (5/2) mengumumkan penunjukan sebuah kelompok peninjau independen untuk menilai apakah badan PBB yang membantu pengungsi Palestina bekerja dengan netral atau tidak.

Times of Israel pada 29 Januari 2024 intelijen Israel menuduh sedikitnya 12 pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency/UNRWA) terlibat dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu.

Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, dan beberapa negara lain telah menghentikan sementara pendanaan mereka untuk badan tersebut setelah tuduhan-tuduhan Israel.

Seorang Juru Bicara PBB mengatakan pada hari Senin (5/2) bahwa sebuah kelompok peninjau independen telah dibentuk untuk menilai perilaku UNRWA.

"Sekretaris Jenderal, setelah berkonsultasi dengan Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, pagi ini menunjuk sebuah kelompok peninjau independen untuk menilai apakah Badan tersebut melakukan segala sesuatu dalam kekuasaannya untuk memastikan netralitas dan untuk menanggapi tuduhan pelanggaran serius yang telah dibuat," kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB.

Dujarric juga mengatakan kajian ini akan dipimpin oleh Catherine Colonna, mantan Menteri Luar Negeri Prancis, yang akan bekerja sama dengan tiga organisasi penelitian: Raoul Wallenberg Institute di Swedia, Chr Michelsen Institute di Norwegia, dan Institut Hak Asasi Manusia di Denmark.

"Kelompok peninjau akan mulai bekerja pada tanggal 14 Februari dan diharapkan dapat menyerahkan laporan sementara kepada Sekretaris Jenderal pada akhir Maret, dengan laporan akhir yang diharapkan selesai pada akhir April. Laporan akhir akan dipublikasikan," ujar Dujarric.

Dujarric mengatakan bahwa tinjauan tersebut merupakan tanggapan atas permintaan yang diajukan oleh Komisaris Jenderal UNRWA, Lazzarini, pada awal tahun ini.

Mengutip Reuters, Spanyol akan mengirimkan bantuan tambahan sebesar 3,5 juta euro kepada UNRWA, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan kepada para anggota parlemen pada hari Senin (5/2).

Situasi UNRWA "sangat memprihatinkan dan ada risiko serius bahwa kegiatan kemanusiaannya akan lumpuh di Gaza dalam beberapa minggu ke depan", ujar Albares.

Portugal pada hari Jum'at (2/2) juga mengumumkan bantuan tambahan untuk UNRWA senilai satu juta euro (sekitar 16,9 miliar rupiah).

Anadolu Agency melaporkan bahwa Qatar mengatakan pada hari Senin (5/2) pihaknya akan melanjutkan pendanaannya untuk UNRWA di tengah tuduhan Israel terhadap badan tersebut.

Thomas White, Direktur Urusan UNRWA di Gaza, mengatakan pada hari Senin (5/2) waktu setempat bahwa sebuah konvoi makanan yang sedang menunggu untuk bergerak ke Gaza utara dihantam oleh tembakan angkatan laut Israel.

"Syukurlah tidak ada yang terluka," katanya melalui media sosial Twitter.

Israel belum memberikan komentar atas serangan tersebut.