BEIJING, Radio Bharata Online - Pihak berwenang setempat pada hari Selasa mengatakan, tanah longsor yang terjadi pada hari Senin di provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, telah mengakibatkan 31 kematian pada Selasa malam, sementara upaya penyelamatan habis-habisan dan pekerjaan pascabencana masih berlangsung.

Menurut rilis berita dari satuan tugas tanggap bencana di lokasi,  hingga Selasa malam, tim penyelamat telah menemukan 31 jenazah dari reruntuhan, dan tidak ada satupun yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan, sementara lebih dari 10 orang masih dalam pencarian.

Setidaknya 918 orang dari 223 keluarga telah direlokasi demi keselamatan mereka, termasuk 90 orang ke tempat penampungan sementara, yang didirikan di sekolah dasar setempat, di mana kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan dan akomodasi, disediakan untuk warga yang terkena dampak.  Sebanyak 778 orang mengungsi ke kerabat dan teman, sementara dua orang mendapat perawatan di rumah sakit setempat.

Hingga Selasa malam, lebih dari 1.000 personel telah dikerahkan oleh pemerintah di berbagai tingkatan untuk operasi penyelamatan, didukung oleh 81 anjing penyelamat.

Selain itu, lebih dari 150 alat berat, termasuk ekskavator, loader, dan kendaraan angkut besar, telah dikerahkan dalam upaya penyelamatan tersebut.

Lebih dari 100 profesional medis dan 16 ambulans dilibatkan dalam upaya penyelamatan, dengan 37.000 mililiter darah dialokasikan untuk perawatan darurat.

Untuk menjamin pasokan kebutuhan sehari-hari dan berbagai bahan bantuan, pemerintah setempat telah segera mengalokasikan ratusan tenda dan selimut, serta lebih dari 1.000 mantel katun.

Menurut laporan China Media Group, desa Liangshui terletak di daerah pegunungan dataran tinggi dengan medan yang kompleks. Hujan salju ringan di daerah tersebut telah menyebabkan penumpukan salju dan es di atap rumah, tenda dan peralatan, sehingga mempersulit upaya penyelamatan. (china daily)