New York, Radio Bharata Online - Utusan Tiongkok pada hari Senin (20/5) mendesak Israel untuk membatalkan operasi militer di Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza.
Fu Cong, Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, meminta Amerika Serikat untuk memainkan peran konstruktif dalam mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Rafah.
Dia mencatat bahwa sejak konflik pecah Oktober lalu, komunitas internasional telah berulang kali menyerukan gencatan senjata segera, dan resolusi Dewan Keamanan telah dengan jelas menuntut hal itu. Tapi, Israel menutup telinga terhadap hal ini dan masih terus melancarkan serangan besar-besaran ke Rafah, membuat ratusan ribu orang mengungsi di Jalur Gaza. Tiongkok menyatakan keprihatinan serius dan penentangan yang kuat terhadap hal tersebut.
"Israel harus segera menghentikan operasi militernya di Rafah. Tiongkok mendukung Dewan Keamanan dalam mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan implementasi persyaratan Resolusi Dewan Keamanan 2728. Kami juga berharap AS, sebagai negara yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Israel, akan memainkan peran yang adil dalam mencapai gencatan senjata," ujar Fu.
Fu menunjukkan bahwa transportasi darat adalah kunci untuk mewujudkan akses pasokan bantuan kemanusiaan dalam skala besar, dan tidak ada cara lain untuk menggantikannya. Tiongkok mendesak Israel untuk dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional, segera membuka semua titik penyeberangan darat dan memastikan pasokan bahan pokok seperti makanan, obat-obatan dan bahan bakar.
Fu menekankan sekali lagi bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan Konflik Palestina-Israel. Tiongkok mendukung kemerdekaan Palestina dan aksesi awal Palestina sebagai anggota penuh PBB.