Beijing, Bharata Online - Tiongkok terus memperkuat kapasitasnya untuk menjamin ketahanan energi dan sumber daya, menurut Global Mining Development Report 2026 (Laporan Pengembangan Pertambangan Global 2026) yang dirilis oleh Survei Geologi Tiongkok di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok pada hari Jumat (11/9).

Laporan itu menunjukkan bahwa sejak Tiongkok meluncurkan rangkaian tindakan strategis baru untuk eksplorasi mineral pada tahun 2021, eksplorasi mineral strategis yang sedang berkembang telah mencapai kemajuan pesat, dan kapasitas negara tersebut untuk penyediaan sumber daya secara mandiri telah meningkat secara signifikan.

Menurut laporan itu, rangkaian tindakan strategis baru Tiongkok untuk eksplorasi mineral telah membuahkan hasil yang luar biasa, dengan cadangan sumber daya mineral yang tumbuh secara substansial. Saat ini, Tiongkok menempati peringkat pertama di dunia dalam hal cadangan 14 jenis mineral dan telah mencapai perluasan eksplorasi minyak dan gas secara tiga dimensi, dengan wilayah lapisan dalam (deep-layer) dan laut dalam (deep-sea) menjadi titik pertumbuhan baru.

Sementara itu, skala produksi serta peleburan dan pengolahan produk mineral Tiongkok tetap menjadi yang terbesar di dunia, dan posisi terdepannya dalam rantai industri terus diperkuat. Khususnya di sektor peleburan dan pengolahan, produksi lebih dari 30 produk metalurgi menempati peringkat pertama dunia, dan produksi 17 produk mineral mencakup sekitar 50 persen dari total produksi mineral global. Hal ini menandakan bahwa Tiongkok bukan hanya produsen sumber daya mineral utama, tetapi juga pemimpin pasokan dan penggerak penting dalam industri peleburan dan pengolahan global.

Selain itu, skala ekonomi pertambangan Tiongkok dan perannya dalam mendorong lapangan kerja terus menguat, memberikan dukungan kuat bagi pembangunan sosial-ekonomi. Per April 2026, Tiongkok memiliki 12.600 hak eksplorasi dan 30.400 hak pertambangan, serta mencakup 55.000 perusahaan pertambangan dan 834.000 perusahaan peleburan dan pengolahan. Industri pertambangan beserta sektor-sektor terkaitnya telah menjadi pilar penting bagi pembangunan ekonomi daerah serta mata pencaharian dan lapangan kerja masyarakat.

"Tiongkok telah secara aktif berkontribusi pada transformasi pertambangan global. Tiongkok telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama geologi dan pertambangan dengan lebih dari 70 negara lain, serta menerapkan berbagai teknologi dan peralatan, seperti truk tambang otonom, model besar (large models) untuk pertambangan, dan pemulihan sumber daya dari tailing, di tingkat global," ujar Zou Xiehua, Penyusun Utama Global Mining Development Report 2026.