BEIJING, Radio Bharata Online - Ini adalah jalan yang ditempuh dalam sejarah.
Dalam ruang dan waktu yang berbeda, orang Tiongkok membuka jalur di darat dan laut, yakni Jalan Sutra yang terkenal dalam sejarah.
Cara terbaik untuk mewariskan sejarah ialah menciptakan sejarah baru.
Pada musim gugur 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping berturut-turut mengajukan Inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21 dalam lawatannya masing-masing ke Kazakstan dan Indonesia.
Pembangunan bersama Sabuk dan Jalan berakar sejarah, juga merupakan jawaban tegas Tiongkok akan pertanyaan-pertanyaan zaman dan dunia, dan platform praktis penting bagi pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.
Ini adalah keberangkatan baru.
Di setiap kesempatan yang penting, Presiden Xi Jinping menjabarkan kepada dunia konsep Tiongkok mengenai pembangunan bersama Sabuk dan Jalan. Dalam setiap kunjungannya ke luar negeri, Beliau juga dengan aktif mendorong pelaksanaannya proyek pragmatis yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan negara masing-masing.
Berorientasi pada masa depan, penjelajahan di jalan yang menuju kemakmuran ini akan diteruskan.
Di depan jamuan sambutan Forum KTT Kerja Sama Internasional Sabuk dan Jalan, Presiden Xi Jinping pernah menunjukkan, “Saya yakin, asal kita berjalan searah, dari hati ke hati, tidak mundur dan tidak berhenti, akhirnya kita pasti akan menyambut masa depan di mana semua jalan terhubung dan keberagaman peradaban tersambut. Saya yakin, usaha kita akan sama seperti Jalan Sutra kuno yang diwariskan ribuan tahun dan bermanfaat bagi generasi mendatang” . [CRI]