Beijing, Radio Bharata Online - Pengumuman terbaru Tiongkok tentang kontrol ekspor antimon dan material superkeras tidak ditujukan pada negara atau kawasan tertentu, kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, pada Kamis (22/8) dalam jumpa pers di Beijing.

Pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan atau Ministry of Commerce (MOC) dan Administrasi Umum Bea Cukai tersebut mencatat bahwa beberapa barang terkait antimon dan material superkeras tidak dapat diekspor tanpa izin, kata He, seraya menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 15 September 2024.

Di antara sekian banyak kegunaannya, antimon merupakan komponen utama dalam amunisi penembus baja, kacamata penglihatan malam, sensor inframerah, dan optik presisi.

"Barang-barang yang terkait dengan antimon dan material superkeras memiliki sifat penggunaan ganda yang jelas untuk keperluan militer dan sipil. Tiongkok, dengan mengacu pada praktik internasional, telah menerapkan kontrol ekspor pada barang-barang yang relevan berdasarkan kebutuhannya sendiri, dengan tujuan untuk lebih menjaga keamanan nasional dan memenuhi kewajiban nonproliferasi internasional. Kebijakan yang relevan tidak ditujukan pada negara atau wilayah tertentu. Ekspor yang mematuhi peraturan yang relevan akan diizinkan. Kami akan terus memajukan kontrol ekspor sesuai dengan hukum dan peraturan," imbuh He.

Menurut pengumuman tersebut, pemerintah Tiongkok dengan tegas melindungi perdamaian dunia dan stabilitas wilayah tetangga, menjaga keamanan rantai industri dan pasokan global, dan memfasilitasi pengembangan perdagangan yang sesuai dengan peraturan yang relevan.

Meskipun demikian, pengumuman tersebut mengatakan pemerintah Tiongkok menentang negara atau wilayah mana pun yang menggunakan barang-barang yang dikendalikan dari Tiongkok untuk terlibat dalam kegiatan yang merusak kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan Tiongkok.