Hualien, Radio Bharata Online - Dua puluh empat dari total 25 orang yang terjebak di sebuah bangunan yang sangat miring di wilayah Taiwan, Tiongkok setelah gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter berhasil diselamatkan, satu orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ketika upaya penyelamatan selesai sekitar pukul 22:00 hari Rabu (3/4).

Gempa bumi tersebut melanda perairan di lepas pantai Kabupaten Hualien, wilayah Taiwan, pada pukul 07:58 hari Rabu (3/4).

Sebuah bangunan 10 lantai yang disebut Gedung Uranus yang merupakan tempat tinggal dan toko-toko miring dan tampak hampir roboh.

Pemadam kebakaran setempat mengatakan bahwa sejak pagi hari sejak bangunan tersebut pertama kali dilanda gempa hingga malam hari, pergeseran telah meningkat sebesar lima sentimeter dan bangunan tersebut dapat runtuh setiap saat karena gempa susulan yang terus terjadi.

Banyak penghuninya yang berhasil melarikan diri saat gelombang kejut menghantam dan tim penyelamat bekerja sepanjang hari untuk membebaskan orang-orang yang terjebak di dalamnya. Tim penyelamat menemukan seorang wanita di dalam gedung yang sudah tidak memiliki tanda-tanda vital.

Pemadam kebakaran setempat juga mengirimkan derek menara, ekskavator, dan truk untuk menempatkan batu-batu besar untuk menopang struktur dan mencegah keruntuhan sepenuhnya.

Gempa tersebut telah menewaskan sembilan orang dan melukai 1.011 orang lainnya hingga pukul 22:00 Rabu (3/4), menurut pusat operasi darurat setempat.

Sementara itu, lebih dari 100 orang terperangkap setelah gempa bumi yang melanda wilayah laut dekat Kabupaten Hualien, Taiwan, demikian data dari pusat tersebut.

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter tersebut telah diikuti oleh lebih dari 200 gempa susulan pada pukul 22:37 Rabu (3/4).

Sebanyak 48 bangunan di Kabupaten Hualien rusak akibat gempa, empat di antaranya mengalami kerusakan parah. Sebagian besar penduduk telah dievakuasi dengan selamat.