New York, Radio Bharata Online - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin (5/2) atas permintaan Rusia setelah serangan udara AS terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak dan Suriah.

AS melakukan serangan di Irak dan Suriah pada hari Jum'at (2/2) sebagai pembalasan atas serangan terhadap pos militer di Yordania yang menewaskan tiga tentara AS hampir seminggu yang lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik dan pembangunan perdamaian, memberikan pengarahan kepada para duta besar dan mengimbau agar Dewan dapat membantu mencegah eskalasi lebih lanjut dan meredakan ketegangan di seluruh wilayah.

Perwakilan Rusia, Vassily Nebenzia, mengatakan bahwa serangan-serangan yang tidak sah oleh AS dan Inggris merupakan pelanggaran hukum internasional yang telah menambah bahan bakar ke dalam api di Timur Tengah.

Para perwakilan yang berpartisipasi mendesak gencatan senjata di Gaza, de-eskalasi konflik untuk menghindari meluasnya konflik ke wilayah Timur Tengah yang lebih luas, dan penghormatan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan negara-negara yang relevan.

"Kami menegaskan kembali dukungan kami terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan Irak dan Suriah. Rakyat Suriah dan Irak yang bersaudara berhak untuk hidup dalam kedamaian dan kemakmuran," ujar Amar Bendjama, Perwakilan Tetap Aljazair untuk PBB.