Jakarta, Bharata Online - Wakil Ketua PBSI, Taufik Hidayat meminta maaf kepada masyarakat Indonesia setelah tim bulutangkis Merah Putih gagal meraih hasil terbaik di Thomas Cup 2026.
Tim putra Indonesia mencatat sejarah kelam dengan tersingkir di fase grup Thomas Cup 2026. Mereka kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, pada 29 April.
Ini adalah pertama kalinya Indonesia gagal lolos dari fase grup sejak ikut serta pertama kali pada 1958 sekaligus memutus tradisi panjang ke babak gugur.
Atas hasil kurang memuaskan di Thomas Cup, Wakil Ketua Umum PBSI Taufik Hidayat pun meminta maaf.
"Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet," kata Taufik.
"Kita harus realistis. Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Thomas Cup dan Uber Cup," ucap Taufik menambahkan. Taufik juga menanggapi kekecewaan masyarakat atas hasil yang didapat tim bulutangkis Indonesia di Thomas Cup dan Uber Cup 2026.
"Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi. Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia," ucap Taufik, dikutip dari CNN Indonesia.com.
"Tapi kami juga harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi. Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup. Memang olahraga seperti itu, kalau menang disanjung dan kalau kalah pasti ada banyak orang kecewa," kata Taufik menambahkan.
Sementara itu, di Uber Cup 2026, Indonesia meraih medali perunggu setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan di semifinal, Sabtu (2/5) pekan lalu. Satu-satunya poin kemenangan melawan Korea Selatan disumbangkan oleh Thalita Ramadhani Wiryawan. Hasil tersebut sesuai dengan target yang dicanangkan PBSI untuk Tim Uber.
Olahraga
Jumat, 8 Mei 2026 | 11:07 WIB
PBSI Minta Maaf Indonesia Gagal di Thomas Cup 2026
Oleh