KANGDING, Radio Bharata Online - Setidaknya empat orang tewas dan 23 lainnya masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu malam melanda kota Kangding di Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya. 

Pihak berwenang setempat pada hari Minggu menyatakan, bencana itu terjadi sekitar pukul 3:30 Sabtu di Kangding, Prefektur Otonomi Tibet di Garze, banjir itu meruntuhkan jembatan terowongan dan menghancurkan rumah-rumah di desa Ridi. 

Sebanyak enam belas orang dirawat di rumah sakit untuk perawatan medis,  empat orang sudah diperbolehkan pulang dan 12  orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut konferensi pers yang diadakan Minggu pagi oleh kantor pusat penyelamatan setempat, runtuhnya jembatan di antara terowongan telah mengakibatkan jatuhnya empat kendaraan, dengan satu orang diselamatkan dan dirawat di rumah sakit, sementara 10 lainnya termasuk di antara yang hilang,

Pihak berwenang setempat telah mengorganisir operasi penyelamatan skala penuh setelah bencana tersebut, dengan 1.448 tim penyelamat dikerahkan sejauh ini. Relokasi dan pemukiman kembali 939 warga terdampak telah selesai. 

Sebagai informasi, desa ini terletak di sebuah lembah di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, sedangkan pegunungan di dekatnya lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut. Seorang pejabat setempat mengatakan, penduduk desa telah diberitahu untuk mengungsi 10 menit sebelum terjadinya tanah longsor, hal ini diketahui setelah kepala pemeliharaan sungai setempat menemukan air sungai menjadi berlumpur di tengah hujan lebat. [Shine]