Beijing, Radio Bharata Online - Zona Demonstrasi Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi Beijing atau Beijing High-level Autonomous Driving Demonstration Zone (BJHAD) yang terletak di Yizhuang, sebuah zona ekonomi-teknologi di tenggara ibu kota telah mengubah kota ini menjadi pusat inovasi teknologi sains dengan skenario mengemudi otonom yang trendi dan canggih.
Sejak didirikan tiga tahun lalu di Kawasan Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Beijing atau Beijing Economic and Technological Development Area (BDA), atau Yizhuang, zona demonstrasi itu telah menarik sejumlah perusahaan otonom.
Pada Maret 2023, zona tersebut menampung 19 perusahaan penguji, dengan total 578 kendaraan yang terhubung secara otonom dan menempuh jarak total 14,49 juta kilometer. Khususnya, perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Baidu, Pony.ai, dan SenseTime telah menetap di zona ini, sementara produsen mobil terkemuka seperti BAIC dan Audi telah memimpin dalam melakukan pengujian rutin.
Selain itu, Daimler, BMW, FAW, Ford, Li Auto, dan perusahaan lain telah secara aktif bergerak maju dengan proses pengujian mereka di dalam zona tersebut.
Di antara mereka adalah Neolix, yang menawarkan kendaraan tak berawak untuk ritel, pengiriman ekspres, transportasi, dan keamanan.
"Kami memiliki 218 kendaraan pengiriman tak berawak yang beroperasi di BDA saja. Jumlah total paket yang dikirim oleh kendaraan tak berawak kami telah melampaui 36 juta, dan jarak tempuh berkendara yang aman di seluruh negeri telah melampaui 6,2 juta kilometer," kata Liu Mingmin, Kepala Pemasaran Kendaraan Otonom Neolix.
Menurut Liu, kendaraan otonom perusahaan telah menjadi alat bantu bagi petugas pengiriman, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pengiriman harian menjadi 500 hingga 800 paket per hari. Ke depannya, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 1.000.
Transportasi adalah aplikasi penting lainnya untuk kendaraan swakemudi. Pada bulan Maret 2023, Beijing memberikan lisensi kepada raksasa teknologi Tiongkok, Baidu, dan perusahaan rintisan kendaraan otonom, Pony.ai, untuk menjalankan layanan robotaxi yang sepenuhnya tanpa pengemudi. Ini adalah pertama kalinya armada kendaraan yang sepenuhnya otonom diberi izin untuk beroperasi di kota metropolitan kelas dunia.
"Saat ini, kami telah menerima lebih dari 4,1 juta pesanan dan menyelesaikan lebih dari 70 juta kilometer pengujian operasional. Kami memiliki portofolio paten terbesar untuk pengemudian otonom di dunia. Semua pencapaian ini berkat pusat komputasi kami yang kuat. Sebenarnya, zona demonstrasi di Yizhuang telah menginkubasi pusat super yang mengumpulkan kekuatan komputasi dari berbagai perusahaan," ujar Wang Chong, Chief Brand Officer Baidu Intelligent Driving Group.
Zona demonstrasi ini telah membuat kemajuan yang stabil dalam membangun sistem yang matang yang menampilkan jalan yang cerdas, kendaraan pintar, kontrol cloud real-time, jaringan yang andal, dan peta yang akurat. Sistem tersebut sekarang mencakup 60 kilometer persegi area perkotaan dan 10 kilometer jalan tol. Sejauh ini, platform itu telah memberikan informasi lampu lalu lintas sebanyak 1,2 miliar kali.
"Efisiensi lalu lintas secara keseluruhan telah meningkat lebih dari 12 persen, yang merupakan peningkatan yang signifikan untuk seluruh wilayah. Anda bahkan bisa melewati tiga atau empat lampu lalu lintas tanpa berhenti, sehingga mengurangi jumlah pemberhentian di jalan," ujar Sun Ning, anggota staf di zona demonstrasi.
Beijing berencana untuk secara bertahap memperluas zona tersebut untuk mencakup area sekitar 100 kilometer persegi, dengan tujuan jangka panjang untuk memperluasnya hingga mencapai 500 kilometer persegi.
Menurut sebuah laporan dari perusahaan konsultan manajemen global McKinsey and Co, Tiongkok diperkirakan akan menjadi pasar terbesar di dunia untuk kendaraan otonom, dengan pendapatan dari kendaraan dan layanan mobilitas yang diperkirakan akan melebihi 500 miliar dolar AS (sekitar 7.806 triliun rupiah) pada tahun 2030.