Beijing, Radio Bharata Online - Risiko keuangan Tiongkok bersifat konvergen dan dapat dikontrol, kata sebuah kolom yang dirilis oleh People's Bank of China pada hari Senin (13/11).

Data dari bank tersebut menunjukkan bahwa pada akhir kuartal kedua tahun ini, total aset lembaga keuangan Tiongkok adalah 449,21 triliun yuan (sekitar 961.735 triliun rupiah), sedangkan total aset lembaga perbankan adalah 406,25 triliun yuan (sekitar 869.760 triliun rupiah), yang mencakup lebih dari 90 persen dari total aset.

Menurut peringkat triwulanan lembaga keuangan perbankan yang diberikan oleh bank sentral, sebagian besar dari hampir 4.000 bank komersial di Tiongkok beroperasi dalam batas aman di kuartal kedua tahun ini.

Sebanyak 24 bank besar atau 70 persen dari seluruh bank mempertahankan kinerja yang baik dalam peringkat tersebut, dan indikator operasional utama dari beberapa bank di Tiongkok termasuk yang terbaik di seluruh dunia.

Menurut data bank sentral, pada akhir kuartal kedua 2023, rasio kecukupan modal, rasio kredit bermasalah, dan rasio cakupan provisi bank-bank komersial di Tiongkok masing-masing sebesar 14,66 persen, 1,62 persen, dan 206,3 persen.

Rata-rata rasio kecukupan solvabilitas komprehensif perusahaan asuransi di Tiongkok adalah 188 persen.

Rasio cakupan risiko dan rasio leverage modal rata-rata perusahaan sekuritas di Tiongkok masing-masing adalah 255,38 persen dan 18,78 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kredit berada pada tingkat yang terkendali, dan ketahanan terhadap kerugian cukup memadai.