Hualien, Radio Bharata Online - Penduduk di pantai timur Taiwan, Tiongkok, mengumpulkan kembali barang-barang mereka setelah gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang wilayah Hualien, Taiwan, pada hari Rabu (3/4).

Gempa tersebut terjadi pada pukul 7:58 pagi hari Rabu (Waktu Beijing), dengan pusat gempa hanya 11 kilometer di sebelah selatan Hualien, sebuah kabupaten berpenduduk sekitar 100.000 orang.

Toko-toko barang pecah belah melakukan bisnis yang ramai di sebuah pasar di daerah tersebut pada hari Kamis (4/4), dengan banyak penduduk yang mencari peralatan dapur baru setelah koleksi mereka hancur akibat gempa. Para pemilik toko menyambut baik kedatangan pelanggan.

"Kami menawarkan diskon 10 persen hari ini untuk menghabiskan stok. Kami memiliki banyak barang yang menumpuk dan semuanya berantakan," kata Zhang, seorang pemilik toko di pasar tersebut.

Di dekatnya, pihak berwenang telah mulai melakukan pembongkaran bangunan yang tidak dapat diselamatkan, beberapa di antaranya dibiarkan miring.

Relawan Huang Yaonan termasuk di antara mereka yang bergegas ke tempat kejadian di Hualien, bergabung dengan upaya untuk membantu melindungi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal.

"Mereka semua berkumpul di lokasi ini dan mendirikan tenda. Jalan-jalan dari Taipei diblokir dan tim dari Kaohsiung dan Pingtung hanya bisa datang dari selatan. Mereka membawa petugas penyelamat dan bahkan anjing pelacak," kata Huang.

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi telah meningkat menjadi 12 orang, kata pihak berwenang setempat pada hari Jum'at (5/4).