BEIJING, Radio Bharata Online - Ketakutan Amerika Serikat dan negara barat terhadap Tiongkok cukuplah beralasan, pasalnya Tiongkok saat ini tak menguasai industri otomotif komersial semata, namun juga kendaraan perang.

Seperti dilansir dari Military-today, Angkatan Darat Pakistan akan menerima sejumlah truk dengan sistem senjata artileri medan SPH (Self-Propelled Howitzer) SH-15 dari Tiongkok pada gelombang kedua. SH-15 merupakan versi ekspor dari PCL-181 tentara Tiongkok yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Tiongkok, NORINCO. Sebagai platformnya adalah truk Taian GM 6×6 dengan bobot total 28 ton. Kendaraan dibekali mesin diesel berdaya 520 hp, kecepatan maksimumnya 90 km/jam dengan jangkauan operasi hingga 500 km.

Sebagai Informasi, SH-15 mengusung howitzer kaliber 155/52 mm, yang mampu menembakkan berbagai macam peluru. Termasuk peluru berdaya ledak tinggi, penusuk lapis baja, dan peluru asap. Jangkauan tembak maksimumnya sekitar 30 km dan dapat menembak hingga 6 putaran per menit. SH-15 dilengkapi sistem pemuatan semi-otomatis, yang mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memuat dan menembakkan senjata. SPH ini memiliki kapasitas penyimpanan amunisi hingga 30 peluru dan dapat membawa peluru tambahan dalam kendaraan terpisah. SH-15 juga dilengkapi dengan sistem pengendalian tembakan canggih yang mencakup komputer balistik digital, GPS, dan pengintai laser.

Sistem ini memberikan informasi penargetan yang akurat dan memungkinkan penembak dengan cepat menyesuaikan bidikan senjata untuk mengimbangi faktor-faktor seperti angin dan suhu. Jangkauan tembakan maksimum bisa mencapai 53 km dengan proyektil V-LAP. Selain itu sistem artileri ini dapat menggunakan amunisi berpemandu presisi buatan sendiri, berdasarkan teknologi proyektil berpemandu laser. Tiongkok memperoleh lisensi teknologi dan produksi ini pada akhir 1990-an dan berhasil mengembangkan proyektil berpemandu presisinya sendiri. Laju tembak maksimum bisa sekitar 4-6 putaran per menit. Waktu konversi dari pengaktifan menjadi travelling order hanya sekitar 1 menit. Jadi howitzer ini dapat menembakkan beberapa peluru sebentar dan meninggalkan posisi tembaknya sebelum pasukan musuh melepaskan tembakan balasan.

sumber: Military-today