Saat menanggapi pernyataan pihak Jepang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning di depan jumpa pers rutin hari Selasa kemarin (23/5) menegaskan bahwa Tiongkok mendukung pertukaran bersahabat antara kedua negara di berbagai bidang, namun kuncinya adalah, kedua pihak harus memperlakukan satu sama lain dengan tulus dan saling percaya, bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan dan perbaikan hubungan Tiongkok-Jepang.
Menurut informasi yang dikeluarkan oleh situs web Kedutaan Besar Jepang di Tiongkok, ketika Wakil Menlu Tiongkok Sun Weidong memanggil Duta Besar Jepang untuk Tiongkok Hideo Tarumi untuk memberikan teguran pada tanggal 21 Mei lalu, pihak Jepang membantahnya dan mengatakan bahwa Tiongkok menghambat hubungan antar rakyat kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menegaskan bahwa pihak Jepang seharusnya merefleksi diri dan memperbaiki kesalahannya, serta berjalan searah dengan Tiongkok, bukannya menyalahkan Tiongkok.
“Menanggapi dalih Jepang tersebut, pihak Tiongkok telah membantah kembali secara langsung, dan menunjukkan bahwa AS dan Jepang telah menjadi pemimpin dalam memposisikan Tiongkok sebagai 'tantangan strategis terbesar', berbicara sembarangan tentang Tiongkok di berbagai kesempatan, mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, dan berupaya untuk terlibat dalam tindakan anti-Tiongkok. AS dan Jepanglah yang seharusnya memperbaiki kesalahan mereka," tutur Mao Ning.
Pewarta : CRI