The China-ASEAN Forum on Emerging Industries digelar di Shenzhen, Guangdong pada hari Selasa kemarin (04/07). Forum yang bertema “Terbuka dan inklusif, bersinergi dan berbagi bersama, bersama mendorong kerja sama pragmatis di bidang industri” ini mengeluarkan “Prakarsa Kerja Sama Industri” (Prakarsa Shenzhen).

Prakarsa tersebut bertujuan untuk terus lebih meningkatkan pembangunan bersama ekosistem inovasi regional antara Tiongkok dan ASEAN, menjalin kemitraan rantai industri dan rantai pasokan yang lebih setara, inklusif dan konstruktif, menjelajahi kerja sama di bidang ekonomi digital, serta mendorong pembentukan mekanisme dialog dan pertukaran tingkat menteri industri antara Tiongkok dan ASEAN.

Dalam forum tersebut, Menteri Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok Jin Zhuanglong menyatakan, Tiongkok bersedia bergandengan tangan dengan ASEAN untuk bersama-sama mengembangkan industri. Kedua pihak hendaknya sepenuhnya memainkan peranan mekanisme pertemuan menteri digital Tiongkok-ASEAN, mempercepat pembentukan mekanisme dialog dan pertukaran tingkat menteri industri antara Tiongkok dan ASEAN, mendorong perkembangan berkualitas di bidang-bidang penting, fokus pada industri-industri yang sedang berkembang seperti mobil energi baru, ekonomi digital dan elektronik energi. Menggali serangkaian proyek utama yang berteknologi tinggi, berinvestasi besar, dengan tenaga penggeraknya yang kuat; menjajaki pola baru pembangunan  terkoordinasi, mewujudkan integrasi yang lebih mendalam dari rantai industri, rantai pasokan dan rantai nilai, dalam rangka membentuk pola pengembangan terkoordinasi industri yang berciri khas Tiongkok-ASEAN.

Pewarta : CRI