Zixing, Radio Bharata Online - Tim penyelamat kembali menjalin kontak dengan desa-desa yang terisolasi banjir di kota Zixing, Provinsi Hunan, Tiongkok bagian tengah, pada hari Senin (29/7), menggunakan helikopter untuk mengangkut persediaan dan korban luka.

Kota tersebut telah mengalami curah hujan yang memecahkan rekor sejak Jum'at (26/7) lalu akibat dampak Topan Gaemi. Transportasi terblokir di beberapa desa di kota itu, dan jaringan listrik serta komunikasi terputus.

Otoritas setempat mengatakan pada hari Selasa (30/7) bahwa empat orang dipastikan tewas dan tiga lainnya masih hilang hingga Senin (29/7) malam setelah hujan deras selama empat hari terakhir.

Foto udara menunjukkan banyak tanah longsor di sepanjang pegunungan Bamianshan. Jalan menuju desa terdekat runtuh setiap beberapa ratus meter, yang berdampak pada sepertiga dari sekitar 9.000 penduduk.

Hingga Selasa (30/7) sore, tim penyelamat telah melakukan lebih dari 50 penerbangan dengan empat helikopter, mengirimkan total 22 ton makanan ke lima desa yang terisolasi banjir di sekitar kota, cukup untuk memberi makan 15.000 orang selama dua hari, dan memindahkan 32 penduduk yang terluka.

Pekerjaan masih berlangsung untuk membangun kembali jalan, stasiun pangkalan, dan listrik. Kota tersebut telah merelokasi puluhan ribu orang dan menjalin kontak dengan semua desa yang terlantar di gunung Bamianshan.