Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Jum'at (12/7) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Gabon, Regis Onanga Ndiaye, Menteri Luar Negeri Malagasi, Rafaravavitafika Rasata, dan mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, yang masing-masing menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Kedua Forum Aksi Global untuk Pembangunan Bersama di Beijing.

Selama pertemuan dengan Regis Onanga Ndiaye, Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mengatakan bahwa Inisiatif Pembangunan Global menanggapi keinginan mendesak negara-negara berkembang untuk percepatan pembangunan, dan menambahkan bahwa Tiongkok menghargai partisipasi Gabon dalam Kelompok Sahabat Inisiatif Pembangunan Global.

Tiongkok bersedia bekerja sama dengan negara-negara Afrika untuk mengumpulkan kekuatan dalam rangka mempercepat implementasi Agenda 2030 PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan dan mempromosikan pembangunan dan revitalisasi benua Afrika, tambah Wang.

Regis Onanga Ndiaye menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Tiongkok terhadap upaya Gabon untuk mencapai keadilan dan proses transisinya, serta dukungannya terhadap pilihan independen Gabon atas sistem nasional dan jalur pembangunan. Gabon sangat menghargai serangkaian inisiatif global penting yang dibawa oleh Tiongkok dan akan terus berpartisipasi aktif dalam inisiatif tersebut.

Dalam pertemuan dengan Rafaravavitafika Rasata, Wang mengatakan bahwa Tiongkok bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk menyatukan upaya dan membantu berbagai negara dalam mempercepat proses modernisasi. Tiongkok menyambut baik partisipasi aktif Madagaskar dalam implementasi tiga langkah utama untuk mendukung industrialisasi Afrika, modernisasi pertanian, dan pengembangan bakat yang diumumkan selama Dialog Pemimpin Tiongkok-Afrika di Afrika Selatan, tambahnya.

Rafaravavitafika Rasata menyatakan bahwa bantuan Tiongkok untuk Afrika tidak pernah bersyarat, dan telah mengusulkan serangkaian inisiatif global yang penting, menunjukkan tekadnya yang kuat untuk mendukung pengembangan negara-negara Afrika dan negara-negara "Global South" lainnya. Madagaskar sangat menghargai hal ini dan akan terus berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.

Dalam pertemuan dengan Ban Ki-moon, yang juga Ketua Forum Boao untuk Asia, Wang mengatakan bahwa proposal untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, Prakarsa Sabuk dan Jalan, dan tiga inisiatif global utama telah mendapatkan dukungan luas dari masyarakat internasional. Tiongkok bersedia bekerja sama dengan PBB untuk memberikan dorongan kuat dalam pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dunia dan pembangunan manusia.

Ban Ki-moon mengatakan bahwa konsep dan proposal utama yang diajukan oleh Tiongkok, seperti Prakarsa Sabuk dan Jalan dan Global Development Initiative, akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi dunia.