Lusaka, Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Republik Zambia, Hakainde Hichilema, pada hari Kamis (20/11) di Lusaka, ibu kota Zambia, dengan kedua belah pihak berjanji untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang.
Li tiba di Lusaka pada hari Rabu (20/11) untuk kunjungan resmi ke negara Afrika tersebut.
Dalam pembicaraan tersebut, Li menyampaikan salam hangat dan harapan terbaik dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, kepada Presiden Hichilema.
Li menekankan bahwa Tiongkok dan Zambia adalah saudara, sahabat, dan mitra yang baik. Tahun lalu, Presiden Xi bertemu dengan Presiden Hichilema di KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika (FOCAC), yang memberikan panduan baru untuk memperdalam hubungan bilateral, ujarnya.
Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Zambia untuk lebih memperkuat rasa saling percaya politik, saling mendukung kepentingan inti dan perhatian utama masing-masing, terus memperkaya kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif antara kedua negara, bersama-sama memajukan modernisasi, dan membangun komunitas Tiongkok-Zambia yang lebih erat dengan masa depan bersama, ujar Li.
Li mengatakan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Zambia untuk memanfaatkan peluang yang dihadirkan oleh penerapan kebijakan tarif nol di Zambia guna memperluas perdagangan bilateral, mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang pertambangan, kendaraan energi baru, dan kecerdasan buatan, serta memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang bermanfaat bagi penghidupan masyarakat, seperti kesehatan dan pertanian. Ia juga mengajak kedua belah pihak untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama di bidang budaya, pendidikan, pariwisata, dan bidang lainnya.
Menjelaskan revitalisasi Jalur Kereta Api Tanzania-Zambia sebagai aspirasi bersama rakyat ketiga negara, Li mengajak ketiga pihak untuk memperkuat koordinasi kebijakan, dan bersama-sama melaksanakan pembangunan komprehensif selanjutnya guna mendorong pembangunan yang lebih baik bagi negara-negara dan kawasan di sepanjang jalur tersebut.
Tiongkok dan Zambia harus memperkuat koordinasi dan kerja sama multilateral, serta bekerja sama dengan negara-negara lain di belahan bumi selatan untuk melawan hegemonisme dan konfrontasi blok, serta mempertahankan kepentingan bersama mereka, ujar Perdana Menteri Tiongkok.
Sambil meminta Li menyampaikan salam hangat dan harapan terbaiknya kepada Presiden Xi, Hichilema mengatakan Zambia akan menjunjung tinggi prinsip satu Tiongkok dan bersedia memperluas kerja sama dengan Tiongkok di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, dan bidang lainnya.
Pihak Zambia akan bekerja dengan baik dalam upaya lanjutan untuk mengaktifkan Jalur Kereta Api Tanzania-Zambia, mengimplementasikan hasil KTT FOCAC Beijing, dan mendorong pembangunan komunitas Zambia-Tiongkok dengan masa depan bersama, ujarnya.
Setelah pembicaraan, Li dan Hichilema bersama-sama menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama di bidang Prakarsa Sabuk dan Jalan, pertukaran antarmasyarakat, mineral hijau, media, dan bidang lainnya.