Semarang, Radio Bharata Online - Lanskap konsumsi media di Indonesia tengah mengalami pergeseran yang menarik. Jika satu dekade lalu kiblat informasi dan hiburan masyarakat sangat didominasi oleh pengaruh Barat, kini mata dan telinga pendengar mulai terbuka lebar ke arah Timur, khususnya Tiongkok. Hal ini tergambar jelas dari antusiasme pendengar sebuah radio lokal di Semarang terhadap program-program yang secara khusus mengupas Negeri Panda tersebut.

Kemitraan antara Up Radio 98,5 FM Semarang, Bharata Online, dan CGTN Indonesia melalui program unggulan BATIK (Bincang Indonesia-Tiongkok) dan ORBIT (Obrolan Santai Serba-serbi Tiongkok), yang telah mengudara selama empat tahun, menjadi bukti nyata fenomena tersebut. Program ini tidak sekadar menjadi sisipan siaran, melainkan telah berevolusi menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat kemajuan global.

Menurut Shanty Rosalia, Station Manager Up Radio 98,5 FM Semarang, kehadiran BATIK dan ORBIT mampu menjadikan konten siaran Up Radio tidak hanya bermuatan lokal, tetapi juga global. Dua program tersebut juga membuat radio yang punya slogan The Meaning Station itu dapat menyajikan berita maupun informasi yang lebih beragam dan berwarna.

"Bicara soal kreativitas memang harus dilakukan oleh semua media ya, dan salah satunya up radio ini bersyukur mendapatkan kepercayaan dari Bharata untuk menyiarkan Orbit dan Batik. Ada warna lain yang kami hadirkan dan itu memberikan sesuatu yang berbeda kepada pendengar kami," ujarnya.

Di sisi lain, salah satu penyiar berprestasi di Up Radio 98,5 FM Semarang, Ari Bule, megatakan bahwa selama menyiarkan berita maupun informasi dari Tiongkok, kebudayaan dan gastronomi menjadi bidang yang paling diminati pendengarnya.

Ia juga mengatakan ada perubahan yang cukup signifikan terkait minat masyarakat Indonesia terhadap berita Tiongkok. Menurut mantan penyiar di Prambors Semarang, Female Radio, dan Delta FM itu, ketertarikan tersebut saat ini merupakan sebuah lompatan besar jika dibandingkan dengan era sebelumnya. Di masa lalu, terdapat bayang-bayang ketakutan bagi media penyiaran di Indonesia untuk membagikan informasi mengenai Tiongkok.

"Tapi berbeda ketika masuk dari (tahun) 2000-an pertengahan, ya. Mulai dari 2010 sampai dengan sekarang ini perbedaannya adalah sebenarnya dibantu juga karena perkembangan yang besar dari Tiongkok Daratan untuk head-on dengan USA. Nah, itu ternyata membantu untuk semua hal yang berkaitan dengan Tiongkok itu akhirnya terbuka. Jadi, banyak hal yang itu nyata (terjadi) di sana, itu terbuka boleh di-share," jelas peraih Penyiar Radio Pria Terbaik dan Penyiar Radio Pria Terfavorit di ajang Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah 2025.     

Up Radio 98,5 FM Semarang adalah stasiun radio siaran swasta lokal di Semarang yang mengusung slogan The Meaning Station, berdiri sejak 11 November 2015, dan berlokasi di Jalan Sidodadi Timur No. 24, Dr. Cipto, Semarang. Radio ini menyajikan kombinasi musik hits, berita terkini, gaya hidup, kesehatan, serta pendidikan bagi pendengar.

Tahun lalu, Up Radio 98,5 FM Semarang berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dalam dua kategori bergengsi, yakni Penyiar Radio Pria Terbaik dan Penyiar Radio Pria Terfavorit yang diraih oleh Arie Bule.

Program BATIK bisa didengar setiap hari pukul 19.00 WIB di Up Radio 98,5 FM Semarang atau melalui streaming di upradio.id serta pukul 08.15, 12.15, 16.15, dan 20.15 WIB di bharataronline.com. Program ORBIT juga disiarkan setiap hari pukul 19.30 WIB di Up Radio 98,5 FM Semarang, dan pukul 06.15, 10.15, 14.15, 18.15, dan 18.15 WIB di Bharata Online.

Selain itu, program BATIK dan ORBIT juga disiarkan di Click Radio 94,9 FM Bali dan jaringan radio Elshinta di seluruh Indonesia.