BEIJING, Radio Bharata Online - Ketenagakerjaan Tiongkok tetap sangat kompetitif dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak lulusan baru memasuki pasar setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementrian Pendidikan, Tiongkok akan mencatat rekor 11,58 juta lulusan perguruan tinggi tahun ini.
He Zonglin seorang lulusan tahun 2022, tidak pernah membayangkan akan menjadi pekerja masyarakat, melayani warga, mengorganisir kegiatan, dan menulis materi promosi dan artikel berita di Distrik Longgang, Kota Shenzhen.
Pekerja komunitas penuh waktu, adalah personel profesional yang direkrut melalui ujian terpadu dan wawancara, oleh departemen urusan sipil setempat. Dalam hal posisi pekerjaan, para pekerja ini diklasifikasikan sebagai non pekerja pegawai negeri atau lembaga publik.
Tian Chen, seorang lulusan yang menjadi pekerja komunitas, mengatakan kepada CGTN bahwa motivasi utamanya untuk bergabung dengan komunitas, adalah keinginan yang tulus untuk melayani masyarakat, dan membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan warga.
Baik He maupun Tian, telah memperoleh wawasan baru tentang kerja komunitas, bahwa itu lebih menantang daripada yang mereka bayangkan sebelumnya. Selain itu, mereka menyadari bahwa relatif sedikit, lulusan baru yang bekerja dalam peran serupa di komunitas mereka.
Tian mengatakan, di wilayahnya sudah ada pengakuan yang berkembang akan pentingnya lulusan baru. Saat merekrut pekerja komunitas, posisi khusus akan ditawarkan kepada lulusan baru.
Kementrian Urusan Sipil menyebutkan, organisasi sosial di seluruh Tiongkok telah mempekerjakan lebih dari 73.000 lulusan dari Januari hingga Juni tahun ini. Kementerian ini juga mengatakan bahwa Tiongkok memiliki lebih dari 1,75 juta organisasi sosial tingkat komunitas pada akhir tahun 2022, yang bertanggung jawab untuk mengatur kesejahteraan publik, amal, olahraga, hiburan, dan kegiatan lainnya di komunitas perkotaan dan pedesaan. (CGTN)