GUANGZHOU, Radio Bharata Online - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo meyakinkan para pengusaha Tiongkok agar tidak ragu untuk melakukan investasi di Indonesia. Hal itu diungkapkan Perry dalam Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di Guangzhou, Senin (26/9/2022).
Dikutip dari Antara, dalam paparan yang disampaikannya secara virtual itu, Perry mengemukakan lima alasan kenapa Indonesia dapat dijadikan negara tujuan investasi.
Pertama, Indonesia selalu mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan di masa tersulit sekali pun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat tajam pada kuartal II/2022 yang mencapai 5,44 persen, didukung oleh konsumsi domestik, investasi, dan ekspor yang sangat kuat.
Kedua, perekonomian Indonesia stabil dan tangguh, termasuk nilai tukar rupiah yang tetap terjaga.
Ketiga, reformasi yang sedang dan terus dilakukan terlihat dari kebijakan Presiden Indonesia yang gencar mengembangkan infrastruktur untuk mempermudah konektivitas.
Keempat, digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia terus berkembang dan didukung oleh pengembangan ekosistem yang terintegrasi.
Dan terakhir, Indonesia menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok.
Di akhir acara yang digelar oleh Kedutaan Besar RI di Beijing dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Beijing itu, tiga perusahaan Tiongkok menyampaikan surat pernyataan niat (letter of intent) untuk berinvestasi di Indonesia.
Ketiga perusahaan itu, yakni China Tianying yang bergerak di bidang manajemen lingkungan, China Energy Engineering Corporation yang bergerak di bidang energi terbarukan, dan Qinfa Group, yang menyatakan minatnya untuk menggunakan mata uang lokal dan mendukung pengembangan pembayaran lintas-batas.