BEIJING, Radio Bharata Online - Di tengah kekurangan obat kanker yang sedang berlangsung, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah bekerja sama dengan produsen obat Tiongkok, Qilu Pharmaceutical Co Ltd untuk mengimpor obat onkologi cisplatin.
Ini adalah pertama kalinya sebuah perusahaan farmasi Tiongkok memenangkan hak, untuk mengekspor obat yang tersedia di pasar Tiongkok untuk mengatasi kekurangan obat di AS.
FDA telah mengesahkan impor sementara cisplatin dari Tiongkok, dalam upaya untuk meringankan kekurangan obat kanker yang akut di AS.
Melalui situs webnya, Qilu mengatakan, bahwa mereka telah mulai mengekspor suntikan cisplatin, dengan label botol dan karton dalam bahasa Mandarin ke pasar AS. Suntikan cisplatin dari Qilu, dipasarkan dan diproduksi di Tiongkok, dan disetujui FDA.
Dalam sebuah pernyataan di akun WeChat resminya Qilu menyatakan, bahwa mereka menerima email mendesak dari FDA pada bulan Maret, yang meminta pasokan cisplatin di tengah kelangkaan obat di AS.
Dalam waktu singkat, perusahaan melakukan persiapan dan penerjemahan materi, serta pengajuan proposal. Segera setelah itu, FDA meluncurkan proses persetujuan yang cepat.
Pada 23 Mei, FDA menyetujui impor sementara cisplatin dari Tiongkok, dan seminggu kemudian, truk-truk berisi cisplatin dikirim ke AS.
Seperti yang dilaporkan oleh CNN, pengobatan kanker adalah salah satu yang paling terpukul, karena AS menghadapi kekurangan obat yang hampir mencapai rekor. Pada akhir Maret, sekitar dua lusin obat kemoterapi mengalami kekurangan aktif.
Zhou Mi, seorang peneliti senior di Akademi Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi Tiongkok di Beijing, mengatakan: Tiongkok dan AS memiliki kepentingan yang saling melengkapi di berbagai bidang, termasuk obat-obatan. Kerja sama antara kedua negara, sepenuhnya menunjukkan mekanisme pasar yang baik untuk meningkatkan keunggulan masing-masing, memenuhi kebutuhan medis pasien, dan mendorong inovasi yang berkelanjutan. (China Daily)