BEIJING, Radio Bharata Online – Konsumsi listrik Tiongkok, barometer aktivitas ekonomi dunia, akan mencapai 9,15 triliun kilowatt-jam pada tahun 2023 dalam kondisi iklim normal, naik 6 persen dari tahun ke tahun.
Laporan yang dikeluarkan oleh Dewan Listrik Tiongkok pada hari Minggu, menunjukkan, kenaikan konsumsi tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi penuh yang mendorong permintaan listrik.
Tingkat pertumbuhan ini sejalan dengan prediksi para ekonom dan organisasi internasional tentang ekonomi Tiongkok, dengan sebagian besar mengantisipasi ekspansi PDB sebesar 5-6 persen pada tahun 2023 ditengah tekanan dari luar.
Tingkat pertumbuhan ini menempatkan Tiongkok berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi utama tercepat tahun ini.
Menurut laporan yang menganalisa situasi pasokan dan permintaan listrik Tiongkok pada tahun 2023, berkat optimalisasi respons anti-COVID, pemulihan katering dan akomodasi, transportasi, dan pariwisata, akan menyebabkan peningkatan permintaan listrik di seluruh sektor jasa tahun ini.
Konsumsi listrik di industri primer, terutama sektor pertanian, diprediksi akan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi pada tahun 2023, sementara konsumsi listrik di industri sekunder juga akan mengalami pemulihan secara bertahap.
Secara khusus, pemulihan bertahap industri properti RRT, akan mendorong lonjakan konsumsi listrik pada baja dan bahan konstruksi, dan mempercepat produksi dan investasi di bidang manufaktur berteknologi tinggi, jasa, dan bidang-bidang lainnya.
Pemulihan RRT yang lebih cepat dari perkiraan, telah mendorong sejumlah lembaga keuangan dan bank investasi asing untuk meningkatkan perkiraan pertumbuhan PDB mereka pada tahun 2023.
Bank yang berbasis di Inggris, Standard Chartered, menulis dalam sebuah catatan yang dikirim ke Global Times dalam beberapa hari terakhir, bahwa bank tersebut akan mempertahankan proyeksi pertumbuhan 2023 untuk Tiongkok sebesar 5,8%.
Dalam laporan Prospek Ekonomi Global terbarunya, Bank Dunia memperkirakan bahwa ekonomi Tiongkok akan tumbuh sebesar 4,3 persen pada tahun 2023.
Pengamat mengatakan, angka konsumsi energi ini tidak hanya menjadi pengukur momentum ekonomi makro, tetapi juga mencerminkan struktur energi Tiongkok yang sedang dalam tahap transformasi.
Diperkirakan skala kapasitas pembangkit listrik yang baru dipasang akan mencapai 250 juta kilowatt, dan kapasitas pembangkit energi non-fosil Tiongkok mencapai 180 juta kilowatt pada tahun 2023, yang merupakan rekor tertinggi.
Dan, pada akhir tahun 2023, diperkirakan total kapasitas pembangkit listrik secara nasional akan mencapai 2,81 miliar kilowatt, dengan energi non-fosil mencapai 52,5 persen. (Global Times)