BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok mempercepat langkah-langkah untuk mendorong reformasi, terutama yang terkait alokasi elemen data yang berorientasi pasar, dan memasukkan aset data ke dalam neraca perusahaan.
Menurut kepada regulator tata kelola data terkemuka Tiongkok, data telah menjadi faktor produksi jenis baru dan memainkan peran yang semakin penting dalam mendukung revolusi industri.
Kepala Administrasi Data Nasional, Liu Liehong, mengatakan, dibutuhkan lebih banyak upaya untuk mempercepat pembentukan sistem dasar data, memfasilitasi sirkulasi, transaksi dan pemanfaatan data, serta meningkatkan pembangunan infrastruktur digital, agar dapat sepenuhnya memanfaatkan sumber daya data yang sangat besar.
Liu menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Rabu, saat Pertemuan Tahunan Para Juara Baru ke-15 Forum Ekonomi Dunia, yang juga dikenal sebagai Summer Davos, di Dalian, provinsi Liaoning.
Liu mengatakan, bahwa Tiongkok meningkatkan upaya untuk memanfaatkan sumber daya data dengan lebih baik, serta membangun sistem hak kepemilikan data, sistem sirkulasi dan perdagangan, serta sistem distribusi pendapatan.
Tujuannya adalah mengizinkan perusahaan untuk memasukkan sumber daya data sebagai “aset tidak berwujud” dalam laporan keuangan mereka, untuk lebih mendorong mereka mengembangkan dan memanfaatkan data, mendorong sirkulasi dan perdagangan sumber daya data, dan memberdayakan pembangunan sosial dan ekonomi.
Dia juga menyerukan upaya untuk memastikan keamanan data, dan melindungi privasi data pribadi dan rahasia komersial, dengan memanfaatkan teknologi digital mutakhir seperti blockchain.
Menurut Administrasi Data Nasional Tiongkok, pada tahun 2023, total output data Tiongkok mencapai 32,85 zettabytes, meningkat sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun lalu, sementara nilai tambah industri ekonomi digital inti menyumbang 10 persen terhadap PDB. (China Daily)