BEIJING, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan surat ucapan selamat kepada Forum Persahabatan Masyarakat Tiongkok-AS “Bond with Kuliang” pada Rabu kemarin (28/6).

Xi Jinping menunjukkan bahwa dirinya mengundang Nyonya Gardner untuk berkunjung ke Kuliang, Fuzhou Tiongkok pada tahun 1992, dan membantunya mewujudkan keinginan suaminya untuk kembali ke kampung halaman. Tiga puluh tahun lebih sudah berlalu, “Sahabat Kuliang” dan para tokoh bersahabat dari berbagai kalangan kedua negara berupaya untuk mengenal sejarah Kuliang lebih dalam, dengan aktif menyebarkan budaya Kuliang, dan terus berupaya untuk memperdalam saling pengertian dan pertukaran bersahabat antara rakyat Tiongkok dan AS.

Xi Jinping menyatakan bahwa dirinya sangat senang menerima surat dari anggota “Sahabat Kuliang”, dan mengenal lebih banyak kisah mengharukan yang berkaitan dengan Kuliang. Tuan Lynn yang sudah berusia 103 tahun telah mengambil sejumlah foto Kuliang, Dr. Edward Bliss yang meninggalkan pesan terakhirnya “saya cinta rakyat Tiongkok”, Donald Macinnis yang sebagian abu jenazahnya telah ditabur ke sungai Minjiang dan sahabat-sahabat lainnya... Kisah “sahabat Kuliang” sekali lagi membuktikan bahwa rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) dapat menjalin persahabatan yang mendalam dengan mengesampingkan perbedaan sistem, budaya dan bahasa.

Xi Jinping menekankan bahwa “persahabatan antar negara berada pada kedekatan antar masyarakat”. Fondasi pembangunan hubungan antar negara berada pada rakyat kedua negara. Dia berharap semua orang dapat terus mewarisi dan mengembangkan kisah dan semangat Kuliang, agar persahabatan antar rakyat Tiongkok dan AS dapat terus bertumbuh dari generasi ke generasi seperti pohon yang sudah berumur lebih dari seribu tahun di Kuliang.

Kisah Kuliang adalah sebuah legenda pertukaran dan persahabatan masyarakat Tiongkok-AS yang didorong langsung oleh Presiden Xi. Pada tahun 1901, warga Amerika Milton Gardner yang saat itu masih bayi digendong orang tuanya datang ke kota Fuzhou Tiongkok, kemudian mereka sekeluarga kembali ke Amerika Serikat pada tahun 1911. Gardner selalu ingin kembali ke tempat tinggalnya di Tiongkok, namun sayang, hingga meninggal dunia, keinginannya masih belum terwujud. Dengan bantuan pelajar Tiongkok yang belajar di AS, Nyonya Gardner akhirnya mengetahui bahwa tempat tinggal yang selalu disinggung suaminya adalah Kuliang di Fuzhou. Tahun 1992, setelah mendengarkan kisah Kuliang yang sangat menyentuh tersebut, Xi Jinping yang saat itu bekerja di kota Fuzhou mengundang Nyonya Gardner untuk berkunjung ke Tiongkok. (CRI)