Tiongkok, Radio Bharata Online - Tiongkok, rumah bagi jaringan 5G terbesar di dunia, meluncurkan penggunaan teknologi ini secara komersial lima tahun yang lalu pada tanggal 6 Juni 2018, dalam sebuah langkah yang telah mendorong digitalisasi di seluruh lanskap bisnis dan konsumennya.

Dari tahun 2019 hingga 2024, Tiongkok memasang lebih dari 3,748 juta BTS 5G, yang menghubungkan sekitar 889 juta pengguna telepon.

Hingga saat ini, jaringan tersebut telah menjangkau seluruh kota besar di Tiongkok dan sebagian besar wilayah perkotaan di negara tersebut, menempatkan mereka pada jalur yang kuat menuju perkembangan digital.

Data industri menunjukkan bahwa teknologi ini digunakan untuk pengembangan industri yang canggih dan cerdas di berbagai industri. Pada akhir kuartal pertama tahun 2024, 5G telah diterapkan di 74 dari 97 industri nasional. Lebih dari 29.000 jaringan pribadi virtual 5G telah digunakan dan lebih dari 10.000 kasus aplikasi dalam industri Internet of Things telah diimplementasikan.

Jaringan ini juga telah menjadi pendorong utama aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut "Buku Putih tentang Pengembangan 5G Tiongkok dan Dampak Ekonomi dan Sosialnya (2023)" yang dirilis oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok, 5G secara langsung mendorong 1,8 triliun yuan (sekitar 4 ribu triliun rupiah) dalam output ekonomi pada tahun 2023, dengan kontribusi tidak langsung mencapai 4 triliun yuan (sekitar 9 ribu triliun rupiah).