LAUT TIONGKOK SELATAN, Radio Bharata Online - Kapal selam Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) menggunakan pasukan musuh yang beroperasi di Laut Tiongkok Selatan sebagai mitra latihan. Menurut para analis pada Minggu (11/12), ini merupakan langkah pendekatan pragmatis, yang tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan tempur kapal dalam kondisi nyata, tetapi juga sekaligus menghalangi kekuatan-kekuatan bermusuhan itu untuk melakukan tindakan provokatif di depan pintu Tiongkok.
CCTV melaporkan pada Sabtu (10/12), sebuah detasemen kapal selam yang berafiliasi dengan Angkatan Laut Komando Teater Selatan PLA sedang mengadakan latihan di Laut Tiongkok Selatan, ketika sebuah kapal perang musuh terlihat di sekitarnya. Dan kapal selam Tiongkok dengan cepat beralih dari mode pelatihan ke mode tempur.
Situasi serupa telah menjadi rutinitas sejak Kapten Wang Hailiang menjadi nakhoda kapal sekitar tiga tahun lalu. Wang mengatakan kepada CCTV, bahwa ketika melihat musuh di laut memasuki wilayah, akan secara proaktif bergerak maju dan bertemu dengan mereka, dan menggunakan mereka sebagai mitra latihan. Menurut Wang, semakin sering berinteraksi dengan mereka, para pelaut Tiongkok semakin tenang dan percaya diri.
Dalam kasus lain, kapal selam Angkatan Laut PLA yang dipimpin oleh instruktur Kapten Senior Zhao Aijun, diikuti oleh pesawat anti-kapal selam asing setelah muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterainya.
Menurut laporan CCTV, Zhao memanfaatkan kebisingan yang disebabkan oleh kapal pedagang dan kapal penangkap ikan di sekitarnya, sebagai tameng untuk menghindari deteksi.
Seorang ahli militer Tiongkok yang meminta anonimitas, kepada Global Times mengatakan, kapal perang dan pesawat tempur asing, terutama yang berasal dari AS, sering melakukan operasi pengintaian jarak dekat dan mengambil tindakan provokatif di Laut Tiongkok Selatan, Selat Taiwan, dan Laut Tiongkok Timur. Menurutnya, ini merupakan peluang bagus bagi PLA untuk mengumpulkan intelijen nyata dan meningkatkan kemampuan tempur.
Pelatihan simulasi semacam itu juga merupakan peringatan bagi pasukan asing, karena semua gerakan mereka berada di bawah kendali PLA. (Global Times)