BEIJING, Radio Bharata Online - Armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA), telah menyelesaikan latihan laut jauh selama sebulan di Laut Tiongkok Selatan dan Pasifik Barat.
Para ahli pada hari Minggu mengatakan, bahwa kemampuan jelajah kapal perusak besar Tipe 055 telah terverifikasi.
Armada yang terdiri dari kapal perusak besar Tipe 055 Dalian, dan fregat Tipe 054-A Huangshan, di bawah angkatan laut Komando Teater Selatan PLA, baru-baru ini kembali ke pelabuhan angkatan laut di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan, setelah menyelesaikan latihan rutin.
Menurut CCTV, latihan itu menampilkan patroli siaga tempur dan latihan bersama, di perairan laut Tiongkok Selatan dan Pasifik Barat.
Dalam latihan yang berlangsung selama 28 hari dan membentang lebih dari 8.000 mil laut (14.816 kilometer), armada itu mempraktikkan lebih dari 20 mata pelajaran pelatihan, yang berorientasi pada pertempuran, pertahanan udara, dan kemampuan antikapal selam.
Zhang Shuliang, perwira staf unit komando armada kapal perang, kepada CCTV mengatakan, kapal-kapal itu berfokus pada verifikasi pengerahan kekuatan tempur tipe baru yang luas, dan mensimulasikan banyak kondisi darurat serta situasi berbahaya, yang mendekati lingkungan medan perang yang sesungguhnya.
Pengamat militer yang berbasis di Beijing dan enggan disebutkan namanya, kepada Global Times pada hari Minggu mengatakan, kalau Komando Teater Utara PLA secara teratur mengirimkan kapal perusak besar ke Pasifik Barat dari utara, maka Komando Teater Selatan PLA juga pasti siap melakukan hal yang sama dari selatan.
Menurut laporan resmi, Angkatan Laut PLA telah menugaskan delapan kapal perusak besar Tipe 055 sejak tahun 2020. Empat diantaranya beroperasi dengan Komando Teater Utara, dan empat lainnya dengan Komando Teater Selatan.
Dengan jarak tempuh lebih dari 8.000 mil laut, kapal-kapal tipe 055 tersebut dapat mencapai banyak lokasi strategis yang penting, misalnya ke Guam, di mana AS secara militer menghimpun kekuatannya untuk menghadapi Tiongkok di Pasifik. (Global Times)