BEIJING, Radio Bharata Online - Pembom H-6K Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), telah melakukan serangan mendadak malam hari mengelilingi pulau Taiwan. Penerbangan dan pengepungan pada malam hari akan menjadi rutinitas, dan akan mengirimkan peringatan kepada semua orang yang mencoba memisahkan pulau itu dari Tiongkok.

China Central Television (CCTV) pada hari Senin melaporkan, kelompok udara kedua di bawah resimen penerbangan Angkatan Udara PLA, adalah unit pertama yang melakukan penerbangan pengepungan pulau Taiwan pada malam hari, sejak penugasan pembom H-6K.

Dalam laporannya, CCTV menyebutkan, Wei Xiaogang, seorang instruktur di grup udara mengatakan, PLA memiliki kemampuan untuk melakukan serangan mendadak kapan saja dan di mana saja, baik siang, malam, atau sebelum fajar.

Jarang sekali publik mendapat informasi tentang penerbangan pengepungan malam hari di sekitar pulau Taiwan oleh pembom H-6K.

Pada Mei 2018, otoritas pertahanan di pulau Taiwan mengatakan, untuk pertama kalinya melihat operasi PLA semacam itu, tetapi hanya ada sedikit informasi setelahnya.

Fu Qianshao, seorang ahli penerbangan militer Tiongkok daratan kepada Global Times pada hari Senin mengatakan, kegiatan PLA malam hari di sekitar pulau Taiwan itu diperkirakan akan menjadi rutin.

Penerbangan pengepungan pulau Taiwan pada malam hari oleh H-6K, menunjukkan peningkatan kemampuan pesawat pengebom sepanjang waktu, dan di segala cuaca. Sebab menurut Fu, provokasi oleh separatis "kemerdekaan Taiwan" dan pasukan interferensi eksternal, juga dapat terjadi pada malam hari.

Bagi pilot, sortie (Serangan mendadak) malam hari lebih menantang, dan itu juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar kepada musuh, karena musuh harus tetap waspada secara pasif sepanjang waktu. (Global Times)