BEIJING, Radio Bharata Online - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin mengungkap negaranya masih memiliki "daya tarik" bagi para investor luar negeri, khususnya dari Eropa.
Hal ini menyusul data statistik yang diungkap Kementerian Perdagangan (MOFCOM), yang melaporkan nilai investasi asing di Tiongkok pada Januari hingga Agustus 2022 sebesar 138,41 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.081,1 triliun.
Angka tersebut naik 20,2 persen dari periode yang sama setahun sebelumnya (year on year atau yoy). Sumber investasi Tiongkok terbesar berasal dari Korea Selatan, Jerman, dan Jepang.
Wang mengatakan data tersebut menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap perekonomian Tiongkok. Hal ini tak terlepas dari keberhasilan Tiongkok mengendalikan COVID dan mencapai kemajuan sosial dan ekonomi.
"Tiongkok adalah ekonomi besar pertama di dunia yang mencatat pertumbuhan positif, memberikan jaminan yang kuat bagi perusahaan asing untuk melakukan bisnis di Tiongkok. Ketika semua hal dipertimbangkan, langkah-langkah COVID Tiongkok telah bekerja paling baik dengan biaya paling hemat," kata Wang, dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/9/2022).
Wang menambahkan, Tiongkok secara aktif membangun paradigma pembangunan baru. Upaya Tiongkok untuk membangun sistem baru ekonomi terbuka pada tingkat yang lebih tinggi, serta lingkungan bisnis kelas dunia yang berorientasi pasar diatur oleh kerangka hukum yang baik, akan menciptakan peluang pengembangan yang lebih luas untuk bisnis dari Eropa dan negara lain.
Hal tersebut membuka prospek baru untuk Kerjasama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Eropa.
"Kami berharap pihak-pihak terkait termasuk Eropa akan menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, transparan, dan non-diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok juga," imbuh Wang.