JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kagum dengan peningkatan produksi jagung hingga menyebabkan impor jagung turun.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberi sambutan dalam acara "Peluncuran Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas".

Presiden Jokowi mencontohkan pendampingan petani jagung di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tadinya impor jagung Indonesia adalah 3,5 juta ton per tahun, tapi dalam 7 tahun berturut-turut makin menurun hingga 800 ribu ton per tahun karena petani jagung mendapat pendampingan.

"Biasanya 1 hektare 4 ton sekarang 1 hektare bisa 8 ton. Ongkos produksi paling (banyak) Rp1.800-1.900, itu yang yang saya tahu saat saya ke Dompu. Jualnya bisa Rp3.800 per kilogram, itu untung sudah 100 persen, " kata Presiden, dikutip dari Antara.

Jokowi juga meminta petani komoditas lain bisa meniru keberhasilan jagung. Salah satunya dengan kemitraan antara perusahaan besar dengan petani.

"Ini jangan di jagung saja, harusnya komoditas yang lain didampingi dengan pola yang sama, kalau jagung bisa mestinya padi, singkong, porang, kopi juga bisa, semua." jelas Presiden.

Selain itu, Jokowi juga mendorong pendampingan untuk urusan pengemasan (packaging). Pasalnya, pengemasan yang baik dapat meningkatkan nilai tambah produk.

"Hati-hati, bina lingkungan sangat penting, tapi kalau warung-warung (di sekitar pabrik) kumuh, kenapa tidak seperti yang di depan tadi? Ada pembinaan warung-warung sehingga penataan barangnya baik, 'packaging' dari produk-produk yang ada juga didampingi, ini yang kita harapkan," ungkap Presiden.

Editor: Thomas Rizal