Chongqing, Radio Bharata Online - Hujan deras yang terus menerus memicu tanah longsor, menyebabkan gangguan lalu lintas dan kelumpuhan di jalan utama sekaligus mengancam keamanan bangunan tempat tinggal di Kotamadya Chongqing, barat daya Tiongkok pada hari Selasa (25/7) lalu.
Tanah longsor tersebut memblokir lalu lintas di jalur penting dari Kabupaten Youyang ke beberapa tempat di Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, sebuah jalur arteri dengan arus harian rata-rata 500 kendaraan.
Batu-batu yang jatuh dari gunung di dekatnya menghancurkan pagar dan menumpuk di jalan dengan panjang lebih dari 20 meter, menyebabkan kelumpuhan lalu lintas.
Departemen transportasi setempat telah mengerahkan alat berat berskala besar untuk membersihkan dan memperbaiki jalan, dan menugaskan personel untuk bertugas 24 jam.
"Karena tanah longsor yang tidak stabil, hanya setengah dari jalan yang diperkirakan akan dibuka untuk lalu lintas pada tanggal 27 Juli," kata Zhang Cheng, kepala departemen pemeliharaan jalan dari pusat urusan jalan raya Kabupaten Youyang.
Pekerjaan perbaikan menghadapi tantangan besar karena adanya tikungan dan turunan di jalan tersebut. Menurut departemen transportasi setempat, perbaikan diharapkan selesai pada hari Jumat.
Hujan lebat yang terus menerus juga memicu keretakan di pegunungan yang berdekatan dengan bangunan tempat tinggal di Distrik Qianjiang di Chongqing, yang mengancam keselamatan penghuni di empat bangunan.
Pemerintah setempat segera mengundang para ahli geologi untuk melakukan pengecekan di lokasi dan membantu upaya tanggap darurat.
"Beberapa bagian lereng berubah bentuk karena hujan deras, dan beberapa bagian runtuh, yang berbahaya bagi bangunan tempat tinggal," kata Bai Qiusheng, ahli pencegahan bencana geologi.
Pemerintah setempat telah mengevakuasi 80 warga ke daerah yang aman dan memutus aliran listrik dan gas untuk mencegah kemungkinan terjadinya insiden.