BEIJING, Radio Bharata Online - Senin hari ini (24/04) bertepatan dengan Hari Antariksa Tiongkok, proyek penjelajahan bulan Tiongkok akan terus dikembangkan. Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok (CNSA) Senin hari ini (24/04) akan meluncurkan serangkaian strategi dan rencana Tiongkok seputar eksplorasi luar angkasa di masa depan.

Kepala perancang proyek penjelajahan bulan Tiongkok, Akademisi Wu Weiren dalam wawancaranya dengan CMG memperkenalkan bahwa Tiongkok sedang melakukan proyek tahap keempat penjelajahan bulan. Di antaranya, wahana antariksa Chang’e-6 direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2024, tugas utamanya adalah mengambil sampel di sisi jauh bulan, kemudian kembali ke bumi dengan membawa sampel bulan, ini merupakan pertama kalinya umat manusia mengambil sampel tanah bulan di sisi jauh bulan. Sementara itu, wahana antariksa Chang’e-7 akan mendarat di kutub selatan bulan untuk mencari bukti adanya air di bulan, sedangkan Chang’e-8 akan bekerja sama dengan Chang’e-7 untuk bersama-sama membangun prototipe Stasiun Penelitian Sains Bulan Internasional, melakukan serangkaian uji coba eksplorasi dan eksploitasi sumber daya bulan.

Menurut Wu Weiren, Tiongkok sedang membangun sebuah konstelasi satelit komunikasi dan navigasi di sekitar bulan, atau singkat kata merupakan sistem navigasi BeiDou versi bulan.

Wu Weiren memperkenalkan bahwa umat manusia telah memasuki era eksplorasi dan eksploitasi bulan, ke depannya akan semakin banyak wahana antariksa tak berawak dan wahana antariksa berawak yang akan mendarat di bulan. Beraktivitas di permukaan bulan yang rumit diperlukan informasi navigasi yang lebih akurat dan jaminan komunikasi yang lancar dan berkapasitas besar, oleh karena itu, membangun konstelasi komunikasi dan navigasi bulan sangat penting. Untuk menjelajahi luar angkasa secara mendalam di masa depan, selain konstelasi bulan yang memiliki fungsi komunikasi, navigasi serta dapat dikendalikan dari jarak jauh, Tiongkok juga berencana untuk memperluas konstelasi tersebut ke planet lain.

sumber: CRI