Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers hari Kamis kemarin (20/7) menanggapi pertanyaan mengenai isu perubahan iklim, ia menyatakan bahwa dalam Konferensi Nasional tentang Perlindungan Ekologi dan Lingkungan yang diadakan belakangan ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato pentingnya, memberikan pedoman dan aturan dasar untuk lebih lanjut meningkatkan perlindungan terhadap lingkungan dan ekologi, serta mendorong pembangunan peradaban ekologis. Tiongkok akan terus meningkatkan pembangunan peradaban ekologis, dan bergandengan tangan dengan berbagai negara untuk membangun dunia yang bersih dan indah.
Menurut laporan, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Iklim, John Kerry yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, pada hari Rabu kemarin (19/7) dalam briefing pers menyatakan bahwa dirinya telah mengadakan pertemuan yang menyenangkan dan efektif dengan pihak Tiongkok. AS dan Tiongkok akan mempererat kerja sama pada beberapa pekan mendatang, dan melakukan persiapan untuk perundingan penting COP28 Konferensi Perubahan Iklim PBB.
Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menyatakan, perubahan iklim adalah tantangan globalisasi, memerlukan berbagai negara untuk bekerja sama mengatasi masalah ini.
Mao Ning menunjukkan bahwa Tiongkok adalah praktisi peradaban ekologis dan aktivis tata kelola iklim. Tiongkok telah menyumbangkan 25% area hijaunya yang baru untuk dunia pada abad ini, dan menjadi yang pertama mewujudkan netralitas degradasi lahan di seluruh dunia. Tiongkok membangun sistem pembangkit listrik bersih yang terbesar di dunia, serta kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin dan tenaga suryanya masing-masing menduduki peringkat pertama di dunia. Tiongkok juga merupakan pemimpin tata kelola lingkungan global, aktif mendorong pelaksanaan “Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB” serta “Perjanjian Paris”, sekaligus dengan sekuat tenaga memberikan dukungan dan bantuan kepada negara berkembang lainnya, memberikan kontribusi aktif untuk membentuk sistem tata kelola iklim global yang adil, rasional, bekerja sama dan menang bersama.

Pewarta : CRI