BEIJING, Radio Bharata Online - Terkait isu AS yang mengimbau Korsel untuk membatasi ekspor chipnya ke Tiongkok, jubir Kemlu Tiongkok Mao Ning dalam jumpa pers  hari Senin kemarin (24/4) menyatakan, perilaku yang egois ini sagat tak terpuji, dan pihak Tiongkok dengan tegas menentang hal tersebut.

Menurut laporan, AS mengimbau Korsel untuk tidak meningkatkan penjualan chipnya kepada Tiongkok, karena hal tersebut dapat mengisi kekurangan chip di pasar setelah Tiongkok memberlakukan larangan terhadap penjualan perusahaan AS, Micron Technology di Tiongkok.

Mengenai hal tersebut, Mao Ning menunjukkan, “Demi menjaga hegemoni dan kepentingan pribadinya, AS dengan sekuat tenaga mendorong ‘pelepasan dan pemutusan rantai’, memaksa sekutunya untuk bekerja sama dengan AS menghalangi Tiongkok, hal ini dengan serius melanggar prinsip ekonomi pasar serta peraturan ekonomi dan perdagangan internasional, mengganggu kestabilan rantai produksi dan pasokan global, serta merugikan kepentingan perusahaan berbagai negara termasuk Tiongkok, ini adalah penindasan dan perilaku proktesionisme perdagangan yang tipikal. Pihak Tiongkok mengimbau pemerintah negara dan perusahaan terkait untuk dengan jelas membedakan yang benar dan yang salah, bersama-sama memelihara sistem perdagangan multilateral, serta mempertahankan kestabilan rantai pasokan global.”

sumber: CRI