BEIJING, Radio Bharata Online - Setelah menyelesaikan latihan militer bersama dengan Laos, Tiongkok berencana untuk melakukan latihan multinasional dengan negara-negara Asia Tenggara.
Interaksi luar negeri Tentara Pembebasan Rakyat - PLA yang intensif, dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama, memperdalam kepercayaan, dan menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Latihan ini juga secara mencolok membedakannya dengan latihan militer gabungan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), yang menyoroti konfrontasi di kawasan Asia-Pasifik.
Delegasi militer dari Tiongkok, Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, dan Vietnam mengadakan konferensi perencanaan awal untuk Latihan Aman Youyi-2023, yang berarti "perdamaian dan persahabatan", di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan pada 22 Mei hingga Jumat. Demikian ungkap Komando Teater Selatan PLA pada Sabtu dalam siaran persnya.
Topik-topik termasuk tema, tanggal, lokasi, latar belakang, dan pendekatan latihan, dibahas dalam suasana yang terbuka dan bersahabat, dengan serangkaian kesepakatan yang dicapai, dan notulensi pertemuan yang ditandatangani.
Ini bukan latihan bersama multinasional pertama yang diselenggarakan dengan nama Aman Youyi, karena beberapa edisi latihan Aman Youyi, juga telah dilaksanakan sejak tahun 2014 di Laut Tiongkok Selatan. Latihan Aman Yauyi pertama kali merupakan latihan bilateral Tiongkok-Malaysia, kemudian diperluas menjadi latihan trilateral Tiongkok-Malaysia-Thailand pada tahun 2018, dan sekarang lebih banyak negara yang ingin bergabung.
Perluasan latihan bersama Aman Youyi memiliki signifikansi positif dan praktis bagi negara-negara yang berpartisipasi, serta keamanan regional.
Dengan semakin banyaknya anggota ASEAN yang berpartisipasi, latihan Aman Youyi-2023 akan berfungsi sebagai stabilisator keamanan regional, karena semakin banyak negara yang memahami, dan setuju dengan pandangan Tiongkok dalam hal keamanan yang kooperatif, komprehensif, dan berkelanjutan.