BEIJING, Radio Bharata Online - Administrasi Umum Bea Cukai di daratan mencabut larangan impor buah Srikaya dari Taiwan pada hari Selasa, setelah membatasinya karena deteksi hama berbahaya sejak 2020.

Zhu Fenglian, juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengatakan, Tiongkok bersedia melakukan upaya bersama dengan orang-orang di pulau itu, untuk memberikan bantuan guna melanjutkan impor produk pertanian dan perikanan ke daratan.

Larangan sementara buah srikaya, diterapkan pada September 2020, setelah beberapa pengiriman komoditas ini dari Taiwan, terindikasi mengandung sejenis hama yang berisiko bagi kesehatan tanaman.

Politisi dan pemimpin bisnis dari Taiwan, termasuk Hsia Li-yan, wakil ketua Kuomintang Tiongkok, dan Rao Ching-ling, kepala daerah Taitung Taiwan, sebelumnya menyerukan dimulainya kembali ekspor, dan telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas produk- produknya.

Daratan memutuskan untuk mengizinkan impor mulai Selasa setelah evaluasi komprehensif.  Zhu menambahkan bahwa hanya pabrik pengemasan dan kebun yang terdaftar, yang diizinkan mengekspor ke daratan.

Sementara Rao telah berjuang menyerukan dimulainya kembali kerja sama lintas-Selat dalam perdagangan nanas dan srikaya, dalam Forum Selat ke-15 yang baru berakhir.

Sedangkan Taitung telah sukses memecahkan masalah hama berbahaya pada produk pertanian melalui kerjasama antara industri, akademisi dan pemerintah.

Rao mengatakan bahwa selama puncak pertukaran lintas-Selat, industri pariwisata Taitung berkembang pesat, dan petani memperluas area tanamnya karena meningkatnya permintaan produk pertanian.

Rao berharap kedua belah pihak dapat mempererat kerjasama dan terus berkomunikasi atas dasar Konsensus 1992. (China Daily)