Menurut laporan, Wakil Direktur Departemen Pertama Komite Sentral Partai Buruh Korut, Kim Yo Jong, memperingatkan AS terkait pesawat mata-mata militer AS yang telah melanggar wilayah udara Zona Ekonomi Eksklusif Korut, jika AS berkali-kali melanggar, maka pihak Korut akan mengambil tindakan militer balasan. Menanggapi hal tersebut, jubir Kemlu Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers rutin hari Selasa kemarin (11/7) menunjukkan, pihak terkait belakangan ini berkali-kali mengirimkan senjata strategisnya ke Semenanjung Korea untuk melaksanakan kegiatan militer. Apakah hal tersebut bermanfaat bagi pemulihan kembali dialog, atau hanya akan memperparah pertentangan dan ketegangan, fakta telah memberikan jawabannya.

Pewarta : CRI