Xinjiang, Radio Bharata Online - Para petani di Kota Turpan, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di barat laut Tiongkok, sedang sibuk menuai hasil panen anggur sembari melakukan upaya-upaya untuk mencegah dampak yang disebabkan oleh gelombang panas terhadap kematangan dan periode pembengkakan buah dalam menuai hasil panen.

Di beberapa bagian Turpan, suhu permukaan tanah tertinggi telah melampaui 80 derajat Celcius, memaksa para petani untuk bangun lebih awal untuk menghindari jam-jam terpanas dalam sehari.

"Kami pergi memetik anggur di ladang pada saat fajar menyingsing untuk menghindari jam-jam terpanas dan mencegah agar suhu tinggi tidak mempengaruhi kualitas anggur," kata seorang petani setempat.

Sementara itu, baik pemerintah daerah maupun para pedagang telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kualitas anggur yang tinggi dari kota ini, yang memiliki perbedaan suhu yang tinggi antara siang dan malam hari yang bermanfaat bagi anggur untuk mengumpulkan gula.

Pemerintah setempat telah menindaklanjuti dengan memberikan panduan yang tepat kepada para petani di setiap mata rantai produksi anggur dalam prosedur pemangkasan, pengairan, pemupukan, dan pemetikan.

Sementara itu, para pedagang anggur menggunakan fasilitas rantai dingin untuk penyimpanan dan transportasi untuk menjaga kesegaran buah.

"Kami telah menyiapkan persediaan pendingin yang cukup untuk para pekerja. Selain itu, kami akan mengirimkan anggur yang sudah dikemas ke cold storage tepat waktu, sehingga anggur tersebut akan sampai ke tangan konsumen dalam kondisi terbaik," ujar salah seorang pembeli anggur.

Sebagai basis produksi anggur utama di Tiongkok, Turpan telah menanam 36.000 hektar anggur tahun ini, dan produksinya diperkirakan akan melebihi 1,4 juta ton.