Heilongjiang, Radio Bharata Online - Jumlah korban tewas akibat runtuhnya atap gedung olahraga sekolah pada hari Minggu (23/7) di Kota Qiqihar, Provinsi Heilongjiang, timur laut Tiongkok, telah meningkat menjadi 11 orang setelah korban terakhir yang terperangkap ditemukan, demikian ungkap tim penyelamat pada hari Senin (24/7).
Di antara para korban, lima orang dipastikan meninggal di tempat, dan enam lainnya meninggal setelah menjalani perawatan medis.
Kantor pusat pencarian dan penyelamatan kota mengatakan terdapat 19 orang di dalam gedung olahraga seluas 1.200 meter persegi di Sekolah Menengah Pertama No. 34 Qiqihar di Distrik Longsha itu saat kecelakaan terjadi. Empat orang berhasil menyelamatkan diri dan 15 orang lainnya terjebak.
Penyelidikan awal menemukan bahwa para pekerja konstruksi secara ilegal menempatkan perlit di atap gimnasium selama pembangunan gedung pengajaran yang berdekatan dengan gimnasium. Di bawah pengaruh curah hujan, perlit tersebut menyerap air dan bertambah berat, yang mengakibatkan runtuhnya atap.
Penyelidikan mendalam sedang berlangsung. Mereka yang bertanggung jawab atas perusahaan konstruksi telah ditahan polisi.