Anggota Politbiro Komite Sentral PKT sekaligus Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT, Wang Yi menemui Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Iklim, John Kerry di Beijing, Selasa hari ini (18/7). 

Wang yi menyatakan, dunia membutuhkan hubungan Tiongkok-AS yang stabil. Presiden Xi Jinping dan Presiden Biden pada bulan November tahun lalu di Pulau Bali Indonesia berhasil mengadakan pertemuan dan mencapai kesepahaman yang penting. Kedua pihak hendaknya dengan sungguh-sungguh melaksanakannya dan bersama-sama mengesampingkan gangguan, agar hubungan Tiongkok-AS kembali ke rel perkembangan yang sehat. 

Wang Yi menunjukkan, di bawah bimbingan pikiran peradaban ekologis Xi Jinping, Tiongkok mempertahankan jalan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dan rendah karbon, serta aktif melakukan kerja sama untuk menangani perubahan iklim, menuju target pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia dan mendorong pembangunan dunia yang bersih dan indah. Pihak Tiongkok bersedia meningkatkan dialog dan komunikasi dengan pihak AS, menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan dan bersama-sama menangani perubahan iklim. Kerja sama Tiongkok dan AS di bidang perubahan iklim memiliki potensi yang sangat besar, tak terlepas dari pengertian dan dukungan rakyat kedua negara, serta lingkungan besar hubungan Tiongkok-AS. Pihak AS diharapkan dapat menerapkan kebijakan terhadap Tiongkok yang rasional, pragmatis dan positif, terus mempertahankan prinsip satu Tiongkok, menangani masalah Taiwan dengan layak, dan bersama dengan pihak Tiongkok mempraktikkan cara bergaul yang saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan bekerja sama demi kemenangan bersama. 

Kerry menyatakan, pihak AS mementingkan hubungan AS- Tiongkok, berharap dapat berupaya bersama dengan pihak Tiongkok mendorong perbaikan hubungan kedua negara demi menyejahterakan dunia. Pihak AS akan senantiasa berpegang pada kebijakan satu Tiongkok, dan bersedia bertolak dari semangat saling menghormati, meningkatkan kerja sama dengan pihak Tiongkok, menangani perselisihan dan perbedaan pendapat antara kedua negara dengan layak, serta bersama-sama menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. 

Pewarta : CRI