Weifang, Radio Bharata Online - Para petani di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, kini dapat menanam semangka secara vertikal dan menggunakan teknik penyortiran yang optimal untuk memastikan kualitas produk.

Berbeda dengan semangka yang ditanam secara konvensional di atas tanah, semangka yang ditanam secara vertikal bisa mendapatkan pencahayaan yang memadai sehingga memastikan nutrisi dan kualitas yang lebih baik.

Pertanian vertikal juga menghemat tempat dan petani dapat berdiri saat merawat semangka, membuat pekerjaan mereka lebih mudah dan efisien.

Hanya ada satu semangka di setiap pohon anggur. Untuk mengelolanya dengan lebih baik, setiap semangka akan diberi label dengan tanggal penyerbukan yang tertulis di atasnya untuk mengingatkan petani untuk memanennya setelah sekitar 50 hari.

Selain itu, teknik penyortiran yang cerdas juga diterapkan untuk menjaga kualitas produk secara maksimal dan memastikan penilaian yang akurat.

"Sistem ini mampu memeriksa berbagai indikator seperti penampilan, rasa manis dan kematangan semangka dan apakah semangka memiliki rongga. Ini membantu kami menilai semangka secara akurat sekaligus mengawetkannya," ujar Wang Zhonggang, Kepala bengkel penyortiran buah pintar di sebuah perusahaan teknologi pertanian di Provinsi Shandong.

Setelah disortir dan sebelum produk dikemas, setiap semangka akan dicap dengan kode, ID khusus mereka, yang dapat digunakan untuk memeriksa semua jenis informasi produk.

"Dengan kode tersebut, konsumen dapat mengakses informasi seperti di mana semangka diproduksi, siapa yang memproduksinya, kapan produksi dimulai, dan umpan balik tentang kualitasnya. Dengan cara ini, kami menciptakan sistem manajemen kualitas yang erat," kata Wang.