BEIJING, Radio Bharata Online - Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) melacak dan memantau sebuah kapal perusak AS, saat kapal tersebut melakukan transit melalui Selat Taiwan pada hari Rabu.

Para ahli mengatakan pada hari Kamis bahwa tindakan AS yang provokatif tersebut, merupakan yang pertama sejak kelompok separatis Lai Ching-te memenangkan pemilu.

Kementerian Pertahanan Tiongkok mengkonfirmasi pada hari Kamis, bahwa Komando Teater Timur PLA baru-baru ini mengadakan patroli tempur di sekitar pulau Taiwan, berjanji akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Kolonel Senior Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur PLA, mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu malam, bahwa kapal perang USS John Finn melakukan transit melalui Selat Taiwan pada hari itu, dan secara terbuka menghebohkan operasinya.  

Komando Teater Timur PLA mengorganisir pasukannya. untuk melacak, memantau dan menangani operasi transit kapal perang AS di seluruh jalurnya, sesuai dengan hukum dan peraturan Internasional.

Outlet media asing termasuk Reuters mengatakan, ini menandai pertama kalinya Angkatan Laut AS mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan setelah pemilihan regional 13 Januari lalu di pulau Taiwan.

Shi mengungkapkan, belakangan ini militer AS kerap melakukan tindakan provokatif, dan sengaja menyabotase perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Pasukan yang berafiliasi dengan komando teater tetap waspada setiap saat, untuk secara tegas mempertahankan keamanan kedaulatan nasional, serta perdamaian dan stabilitas regional.

Menanggapi transit kapal perang AS melalui Selat Taiwan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan pada konferensi pers rutin hari Kamis, bahwa AS harus segera menghentikan pelanggaran dan tindakan provokatif, berhenti menciptakan masalah yang merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan separatis. (Global Times)